Kartu Kredit Najib Razak Disebut Dipakai Beli Perhiasan Rp 11 Miliar dalam Sehari

Kompas.com - 16/07/2019, 22:02 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, pada Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rasfan) Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, pada Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rasfan)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kartu kredit milik mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak telah dipakai untuk membeli perhiasan senilai 3,3 juta ringgit (sekitar Rp 11 miliar) dalam sehari dari toko perhiasan di Italia.

Pembelanjaan pada tahun 2014 itu menjadi bukti terbaru yang diperdengarkan dalam pengadilan, yang disebut para kritikus menunjukkan gaya hidup mewah yang dinikmati Najib dan kroni-kroninya selama menjabat dengan menjarah kas negara.

Mantan perdana menteri itu, bersama anggota keluarga, serta orang-orang terdekatnya, telah dituduh mencuri uang negara hingga miliaran dollar dari dana kekayaan negara Malaysia, 1MDB.

Kasus itu menjadi salah satu yang mendorong Najib kehilangan kepercayaan rakyat Malaysia hingga kalah dalam pemilu tahun lalu. Dia pun ditangkap dan diadili sejak April.


Baca juga: Najib Dituduh Pakai Dana 1MDB untuk Renovasi Rumah dan Beli Barang Mewah di Hawaii

Dalam sidang yang digelar pada Senin (15/7/2019), seorang pejabat bank mengatakan, dua kartu kredit milik mantan PM itu digunakan untuk membeli perhiasan hingga 3,3 juta ringgit di Italia, demikian diberitakan kantor berita Bernama.

"Uang itu dihabiskan pada 8 Agustus 2014," kata Yeoh Eng Leong, seorang pejabat senior dari pemberi pinjaman Malaysia, AmBank, tanpa menrinci benda apa yang dibeli.

Ditambahkannya di hadapan pengadilan, kartu kredit mantan perdana menteri juga digunakan untuk membayar lebih dari 460.000 ringgit (sekitar Rp 1,5 miliar) di sebuah butik Chanel di Hawaii dan lebih dari 120.000 ringgit (sekitar Rp 407 juta) di Hotel Shangri-La di Bangkok.

Namun Najib membela tindakan pembelanjaan perhiasan bernilai fantastis di Italia, yang disebutnya digunakan untuk membeli hadiah bagi petinggi negara yang memiliki hubungan baik dengan Malaysia.

"Pengeluaran ini untuk hadiah kepada anggota senior pemerintah kerajaan dan rombongan mereka yang memiliki hubungan baik dengan negara kita," kata Najib dalam sebuah postingan di Facebook.

"Adalah hal yang wajar untuk memberikan hadiah kepada para pemimpin pemerintahan lain," lanjut Najib, dikutip AFP.

Mantan PM Malaysia itu telah membantah sebuah tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Baca juga: Kasus Korupsi 1MDB di Malaysia Terkait Skandal Seks Industri K-pop

Persidangan Senin (15/7/2019) adalah yang pertama di mana Najib diharapkan akan menghadapi 1MDB, dan berpusat pada klaim 42 juta ringgit (sekitar Rp 142 miliar) yang dicuri dari badan pendanaan yang sebelumnya disebut SRC International.

Selama bertahun-tahun menjabat, Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, yang juga didakwa atas penipuan, menjadi lambang kebusukan di kalangan elit Malaysia.

Setelah kekalahan dalam pemilu, polisi menemukan barang-barang berharga, termasuk uang tunai, perhiasan, dan tas mewah bernilai ratusan juta dollar AS dari properti yang terkait pasangan itu.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Internasional
Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Internasional
Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Internasional
Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Internasional
Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Internasional
Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Internasional
Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Internasional
Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Internasional
Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

Internasional
Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X