Kompas.com - 03/04/2019, 19:45 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia telah menjalani sidang perdana terkait skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjeratnya.

Selama sekitar tiga jam persidangan, Najib diperiksa terkait aliran mencurigakan dana 42 juta ringgit, sekitar Rp 146,2 miliar, dari anak 1MDB ke rekening pribadinya.

Baca juga: Sidang Perdana Skandal Korupsi 1MDB Digelar, Najib Razak Disambut Teriakan Hidup Najib!

Dilansir Malay Mail Rabu (3/4/2019), Jaksa Agung Tommy Thomas membeberkan bukti berbagai pengeluaran Najib menggunakan dana tersebut.

Di antaranya pada Desember 2014, terdapat pengeluaran dari kartu kredit sebesar 130.625 dollar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 1,8 miliar.

"Ada bukti terdapat pengeluaran dari kartu kredit terdakwa untuk membeli Chanel, toko barang mewah di Honolulu, Hawaii," terang Tommy.

Kemudian Najib disebut menggunakan dana itu untuk membayar renovasi rumah di kawasan Jalan Langgak Duta Kuala Lumpur serta Pekan.

Selain itu, mantan PM berusia 65 tahun tersebut didakwa mengeluarkan cek untuk membayar kepada sejumlah anggota koalisi Barisan Nasional.

Secara khusus, Tommy mengatakan Najib total mengeluarkan 15 cek dari rekening bank pribadinya dengan nilai transaksi mencapai 10.776.514 ringgit, atau Rp 37,5 miliar.

Tommy menjelaskan Najib telah memposisikan dirinya untuk menerima 42 juta ringgit itu sebagai gratifikasi dengan bertindak sebagai penasihat.

Total, PM yang berkuasa selama 2009 sampai 2018 itu mendapat 42 dakwaan yang jika terbukti bersalah, membuatnya terancam dipenjara lebih dari 100 tahun.

Skandal yang membuat negara seperti AS hingga Singapura ikut menyelidiki tersebut membuat Najib terjungkal dalam pemilu Mei 2018.

Dia kalah dari guru politiknya Mahathir Mohamad yang memutuskan turun gunung dan memerintahkan agar kasus 1MDB kembali diungkap.

Baca juga: Jika Terbukti Bersalah, Najib Razak Terancam Dipenjara Lebih dari 100 Tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.