Jika Terbukti Bersalah, Najib Razak Terancam Dipenjara Lebih dari 100 Tahun

Kompas.com - 03/04/2019, 13:09 WIB
Mantan Perdana Menteri Najib Razak (tengah) ketika sampai di markas Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC) Selasa (22/5/2018). Najib diperiksa terkait tuduhan korupsi melalui 1Malaysia Development Berhad (1MDB). via The StarMantan Perdana Menteri Najib Razak (tengah) ketika sampai di markas Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC) Selasa (22/5/2018). Najib diperiksa terkait tuduhan korupsi melalui 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Upaya pengusutan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad ( 1MDB) yang terjadi di Malaysia memasuki babak baru.

Mantan Perdana Menteri Najib Razak dijadwalkan menjalani persidangan perdana yang bakal berlangsung pada Rabu ini (3/4/2019).

Baca juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Bakal Hadapi Sidang Skandal Finansial yang Mengejutkan Dunia

Diwartakan ABC Selasa (2/4/2019), Najib dijerat dengan dakwaan mulai dari korupsi, pencucian uang, hingga penyalahgunaan jabatan.

Total, mantan PM berusia 65 tahun itu mendapat 42 dakwaan. Jika terbukti bersalah, dia bisa mendekam dalam penjara lebih dari 100 tahun.

Tujuh di antaranya bakal disidangkan hari ini. Antara lain dugaan transfer 42 juta ringgit, sekitar Rp 146,2 miliar, dari anak usaha 1MDB SCR International ke rekening pribadi Najib.

Jaksa penuntut telah menyerahkan dokumen setebal hampir 3.000 halaman kepada tim pengacaranya yang bakal dipelajari sebagai bahan pembelaan.

Gugatan sipil yang dilayangkan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyebut, 4,5 miliar dollar AS (Rp 63,9 triliun) dana yang diselewengkan dari 1MDB.

Najib yang berkuasa sejak 2009 sampai 2018 itu diduga mengantongi 681 juta dollar AS, sekitar Rp 9,6 triliun, antara 2011 hingga 2014.

Skandal tersebut membuat Najib dan koalisi penguasa Barisan Nasional secara mengejutkan tumbang dari oposisi Pakatan Harapan pada Mei 2018.

Mahathir Mohamad yang notabene adalah guru politik Najib naik kembali menjadi PM dan memeintahkan agar kasus 1MDB itu dibuka kembali.

Setelah kalah dari Mahathir, Najib langsung dilarang untuk keluar dari Malaysia sebelum ditangkap Komisi Anti-korupsi (MACC) pada Juli 2018.

Najib secara konsisten membantah dia terlibat dalam skandal tersebut, dan menyebut dirinya sebagai korban dari pemerintah pendendam.

Baca juga: Pekan Depan, Najib Razak Jalani Sidang Pertama Kasus Skandal 1MDB

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ABC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X