[POPULER INTERNASIONAL] Peluncuran Misi Luar Angkasa India Ditunda | Trump Dikecam

Kompas.com - 16/07/2019, 05:35 WIB
Chandrayaan-2, berarti Kendaraan Bulan, yang dipunyai India. Misi itu dibatalkan satu jam sebelum peluncuran karena masalah teknis pada Senin (15/7/2019). ISRO via BBCChandrayaan-2, berarti Kendaraan Bulan, yang dipunyai India. Misi itu dibatalkan satu jam sebelum peluncuran karena masalah teknis pada Senin (15/7/2019).

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat kecaman setelah melontarkan komentar yang dianggap rasis terhadap anggota perempuan Kongres.

Dalam komentar yang dituliskan di Twitter, Trump berujar bahwa anggota perempuan yang merupakan keturunan imigran harusnya kembali ke negara asal mereka.

Kemudian dari India, misi luar angkasa mereka ke Bulan harus ditunda kurang dari satu jam jelang peluncuran setelah ditemukan adanya masalah teknis.

Dua artikel itu masuk ke dalam kabar populer internasional yang terjadi sepanjang Senin (15/7/2019) hingga Selasa pagi (16/7/2019).

1. Misi Luar Angkasa India ke Bulan Dibatalkan 56 Menit Sebelum Meluncur
India menyatakan telah membatalkan misi ke Bulan kurang dari satu jam sebelum diluncurkan setelah dilaporkan muncul kendala teknis.

Penundaan itu terjadi di tengah upaya India sebagai negara keempat setelah Rusia, China, dan AS yang sukses mendaratkan pesawat di Bulan dengan Chandrayaan-2.

Hitung mundur di Stasiun Angkasa Satish Dhawan yang seharusnya direncanakan pada pukul 02.51 Senin (15/7/2019) berhenti di menit ke-56 dan detik ke-24.

Seperti apa pernyataan lengkap badan antariksa India terkait dengan masalah yang muncul bisa Anda baca di sini.

2. Trump Minta Anggota Kongres AS Perempuan untuk Kembali ke "Negara Asal"
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman setelah melontarkan komentar terhadap anggota Kongres perempuan dari minoritas dan kulit hitam.

Dalam rangkaian kicauannya di Twitter, Trump menyebut terdapat anggota Kongres AS yang "progresif" karena berasal dari negara yang pemerintahannya dia sebut korup dan hancur lebur.

Trump menyindir para anggota "progresif" itu berusaha untuk memberi tahu AS, negara yang dia anggap terkuat dan terbaik di dunia, tentang bagaimana cara menjalankan pemerintahan.

Komentar Trump yang dianggap rasis sehingga menimbulkan kecaman dari berbagai kalangan itu bisa Anda simak di sini.

3. "Jika AS Berniat Menghentikan China, Itu Sudah Sangat Terlambat"
Seorang negarawan senior Italia meyakini, pendekatan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump terhadap China sangatlah salah.

Romano Prodi, mantan Perdana Menteri Italia dua periode dan eks Presiden Komisi Eropa telah berpengalaman selama 30 tahun ketika menjalin relasi dengan China.

Dia mengemukakan strategi yang dijalankan Trump seperti menerapkan perang dagang dengan China dalam satu tahun terakhir bakal menemui kegagalan.

Mengapa demikian? Simak jawabannya di sini.

4. [POPULER INTERNASIONAL] Guru Dipenjara karena Berhubungan Seks dengan Murid | Janji Joe Biden
Artikel populer yang Anda nikmati pada pekan lalu, tepatnya Minggu (14/7/2019) hingga Senin pagi (15/7/2019) ternyata masuk ke dalam rangkaian hari ini.

Di antaranya terdapat calon Presiden AS Joe Biden yang melontarkan segenap janji-janji, di antaranya adalah bakal mengurangi pasukan di Timur Tengah.

Masih dari AS, seorang mantan guru yang ditangkap pada awal 2018 lalu mendapat vonis penjara yang lama setelah dia terbukti berhubungan seks dengan muridnya.

Rangkaian kabar populer internasional ini bisa Anda nikmati di sini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X