Misi Luar Angkasa India ke Bulan Dibatalkan 56 Menit Sebelum Meluncur

Kompas.com - 15/07/2019, 10:03 WIB
Chandrayaan-2, berarti Kendaraan Bulan, yang dipunyai India. Misi itu dibatalkan satu jam sebelum peluncuran karena masalah teknis pada Senin (15/7/2019). ISRO via BBCChandrayaan-2, berarti Kendaraan Bulan, yang dipunyai India. Misi itu dibatalkan satu jam sebelum peluncuran karena masalah teknis pada Senin (15/7/2019).

NEW DELHI, KOMPAS.com — India menyatakan telah membatalkan misi ke Bulan kurang dari satu jam sebelum diluncurkan setelah dilaporkan muncul kendala teknis.

India ingin misi Chandrayaan-2, berarti kendaraan bulan, sukses supaya menjadi negara keempat setelah Rusia, AS, dan China sebagai negara yang sukses mendarat di Bulan.

Baca juga: 28 Januari 1986 Challenger Meledak, Guru Pertama dalam Misi Luar Angkasa Tewas

Hitung mundur di Stasiun Angkasa Satish Dhawan yang seharusnya direncanakan pada pukul 02.51 Senin (15/7/2019) berhenti di menit ke-56 dan detik ke-24.


"Masalah teknis teramati di sistem kendaraan peluncur pada T-56," demikian pernyataan Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) dikutip oleh AFP.

"Sebagai tindakan pencegahan, jadwal peluncuran Chandrayaan-2 bakal dibatalkan hari ini. Jadwal peluncuran selanjutnya bakal diumumkan," lanjut ISRO.

Satu jam sebelum peluncuran, ISRO sudah menyatakan bahwa pengisian hidrogen cair yang merupakan bahan bakar roket sudah selesai dilaksanakan.

Perhatian terhadap misi luar angkasa India meningkatkan karena momen peluncuran itu lima hari jelang peristiwa astronot AS, Neil Armstrong, menginjakkan kaki di Bulan, 50 tahun silam.

India disebut menghabiskan hanya 140 juta dollar AS, sekitar Rp 1,9 triliun, untuk mempersiapkan Chandrayaan-2, dan diklaim sebagai misi termurah yang pernah ada.

Sebagai perbandingan, AS menghabiskan hingga 100 miliar dollar AS sesuai kurs saat ini, atau Rp 1.394 triliun, untuk misi Apollo 15 pada dekade 1960 dan 1970-an.

Rencananya seperti dilansir BBC, Chandrayaan-2 bakal mendarat di kutub selatan Bulan, dan berfokus pada permukaan, mencari air dan mineral, hingga memastikan gempa.

Hampir semua bagian roket, kendaraan jelajah, hingga pendarat Chandrayaan-2 diproduksi di India dengan misi pendaratan itu dijadwalkan terjadi 6 September nanti.

Misi pertama India di Bulan Chandrayaan-1 terjadi pada 2008. Misi itu tidak mendarat di Bulan. Namun, mereka melakukan penelitian dengan pencarian air menggunakan radar.

Jika mendarat di Bulan, itu bakal menjadi pencapaian besar bagi India di mana Perdana Menteri Narendra Modi berambisi mengirim manusia ke antariksa pada 2022.

New Delhi juga mempunyai ambisi untuk mendarat ke Bulan. Pada 2014, India jadi negara keempat yang menempatkan satelit di orbit Planet Merah.

Baca juga: 9 Foto Indonesia nan Menakjubkan dari Luar Angkasa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X