Trump: Kim Jong Un Senang Bertemu Saya

Kompas.com - 13/07/2019, 15:12 WIB
Pemimpin Korea Utara (Kim Jong Un) tersenyum sambil berjalan bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Garis Demarkasi Militer yang memisahkan Korut dan Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (30/6/2019). AFP PHOTO/BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara (Kim Jong Un) tersenyum sambil berjalan bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Garis Demarkasi Militer yang memisahkan Korut dan Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (30/6/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menceritakan pengalamannya bertemu Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un untuk kali ketiga.

"Kim sangat senang bertemu saya," ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih. Dia bertemu Kim di zona demiiiterisasi (DMZ) pada akhir Juni lalu.

Ditemani Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in, Trump kemudian menuju ke Panmunjom dan menjadi presiden pertama AS yang menginjakkan kaki di Korut.

Baca juga: Kim Jong Un Resmi sebagai Kepala Negara Korea Utara

Dilansir Newsweek Jumat (12/7/2019), Trump menyebut reaksi positif yang ditunjukkan Kim adalah hal positif. "Dia jarang tersenyum. Namun saat bertemu, dia melakukannya," katanya.

Dia mengklaim di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, dia menguji coba senjata nuklir dan meledakkan gunung. "Namun ketika saya menjabat, dia tak melaksanakannya," terang dia.

Korut pertama kali menguji coba nuklir saat dipimpin ayah Kim, Kim Jong Il, dengan mantan Presiden George W Bush mempercepat upaya melakukan denuklirisasi.

Setelah itu Pyongyang melakukan empat tes senjata lagi, dua oleh Kim Jong Il dan sisanya oleh anaknya, ketika Obama berkuasa di Gedung Putih.

Kim bahkan mengambil langkah lebih drastis setelah Trump menjabat. Yakni dengan mengumumkan uji coba rudal balistik antar-benua (ICBM), dan bom termonuklir.

Uji coba itu sempat membuat Kim dan Trump terlibat perang komentar sepanjang 2017, dan baru mencair setelah dalam pidato Tahun Baru 2018, Kim menyatakan siap berdialog.

Mencairnya hubungan itu mencapai puncak setelah Kim dan Trump bertemu untuk pertama kali di Singapura pada Juli 2018, dan menghasilkan kesepakatan guna denuklirisasi.

Kemudian dialog kedua dilaksanakan akhir Februari di Hanoi, Vietnam. Namun, pertemuan itu menemui jalan buntu dengan AS dan Korut saling menyalahkan.

Meski buntu, diketahui Trump dan Kim saling berkirim surat dengan dua pemimpin dilaporkan sama-saam tertarik untuk melangsungkan pertemuan ketiga.

"Senang bertemu Anda. Saya tak menyangka bisa bertemu Anda di tempat ini," ujar Kim yang nampak terkejut ketika Trump melangkah kakinya di perbatasan.

"Ini menjadi kehormatan saya," balas Trump ketika Kim menawarkan apakah dia bersedia melangkahkan kakinya di wilayah Korut, yang kemudian diiyakannya.

Baca juga: Kim Jong Un Diduga Tertidur Saat Hadir dalam Pertemuan Partai

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X