Stasiun MRT Terdalam di China Terletak 31 Lantai di Bawah Tanah

Kompas.com - 12/06/2019, 09:41 WIB
Pintu masuk menuju stasiun Hongtudi, di kota Chongqing, China. MirrorPintu masuk menuju stasiun Hongtudi, di kota Chongqing, China.
|

BEIJING, KOMPAS.com - Kereta api bawah tanah sudah menjadi bagian dari transportasi umum di berbagai negara, salah satunya China.

Sesuai namanya, pengguna moda transportasi ini harus berada di stasiun yang berada di bawah tanah.

Namun, di kota Chongqing, China terdapat stasiun kereta bawah tanah terdalam di negeri itu.

Untuk mencapainya, calon penumpang harus menggunakan eskalator hingga kedalaman 94 meter atau setara dengan gedung berlantai 31.


Baca juga: Kereta Bawah Tanah di Jepang Terlambat Satu Menit akibat Ulah Seorang Penumpang

Stasiun terdalam itu adalah Hongduti yang dilintasi jalur enam yang beroperasi di kota Chongqing.

Stasiun ini sebelumnya berada di kedalaman 60 meter sebelum dipindahkan semakin dalam untuk terhubung dengan kereta bawah tanah jalur 10.

Untuk mencapai stasiun ini dibutuhkan total 91 eskalator untuk membawa calon penumpang dari jalur enam menuju jalur 10 dan ke permukaan tanah.

Dengan kedalaman itu, calon penumpang membutuhkan waktu tiga menit dan 15 detik untuk masuk atau meninggalkan stasiun Hongtudi.

Pilihan lain yang memakan waktu lebih lama adalah menggunakan anak tangga yang jumlah seluruhnya mencapai 354 buah.

Stasiun ini pertama kali dibuka pada Desember 2014 sedalam 60 meter untuk melayani jalur enam.

Pada akhir 2017, stasiun ini dipindahkan semakin dalam agar tersambung dengan jalur 10.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X