Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Kompas.com - 24/02/2020, 10:47 WIB
Seorang polsi memperhatikan jalan dengan pengguna melintas di hadapannya di Beijing, China, pada 21 Februari 2020 di tengah merebaknya virus corona. YOMIURI SHIMBUN/Koki Kataoka via ReutersSeorang polsi memperhatikan jalan dengan pengguna melintas di hadapannya di Beijing, China, pada 21 Februari 2020 di tengah merebaknya virus corona.

BEIJING, KOMPAS.com - Korban meninggal akibat virus corona di China mencapai 2.592 orang, setelah muncul 150 kasus kematian harian baru.

Dilansir AFP Senin (24/2/2020), kasus kematian harian ini melonjak dibandingkan angka 97 yang sebelumnya diumumkan pada Minggu.

Selain 2.592 korban meninggal, Komisi Kesehatan Nasional juga mengemukakan ada 409 kasus infeksi virus corona, dengan 11 di antaranya terjadi di Hubei.

Baca juga: Virus Corona Ternyata Tak Berasal dari Pasar Seafood Wuhan, Ini Faktanya

Sejumlah provinsi dilaporkan tidak mengalami kasus sama sekali selama beberapa hari beruntun, meski suasana siaga masih terjadi Hubei.

Dari 150 kasus kematian, hanya satu yang terjadi di luar Hubei, yakni di Hainan. Xinhua melaporkan, korban merupakan dokter berusia 55 tahun.

Virus dengan nama resmi Covid-19 itu kini menjangkiti lebih dari 25 negara dengan kantong penyebaran baru terjadi di Timur Tengah, Eropa, hingga Asia.

Di Iran, delapan orang dilaporkan meninggal dengan 43 lainnya terinfeksi. Membuat negara lain seperti Pakistan dan Turki menutup perbatasan.

Kemudian di Italia, terdapat tiga kasus kematian dan 152 yang positif tertular, membuat Roma menutup puluhan kota di Region Veneto dan Lombardy.

Adapun jumlah korban, baik meninggal maupun terinfeksi, mengalami tren penurunan jika dibandingkan data pada akhir Januari hingga awal Februari.

Meski begitu, otoritas Negeri "Panda" menuai kebingungan global karena kerap mengubah data yang dipakai sebagai metodologi.

Sebelumnya pada pertengahan Februari, Beijing sempat memasukkan hasil uji klinis ditambah citra pemindaian paru-paru untuk dimasukkan sebagai korban positif.

Hasilnya pada 13 Februari, Negeri "Panda" mengalami lonjakan kasus infeksi hingga 14.000, sebelum pada pekan lalu otoritas setempat mengganti metodenya.

Sejumlah kalangan mengkhawatirkan pencatatan yang kerap berubah menyulitkan mereka dalam melacak sejauh apa penyebaran virus corona tersebut.

Baca juga: Wabah Virus Corona, Turki dan Pakistan Tutup Pintu Perbatasan dengan Iran

Baca tentang


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X