Putin Sebut Negara Barat "Gila" karena Dukung Oposisi Venezuela

Kompas.com - 07/06/2019, 10:38 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam forum investasi tahunan di Moskwa, Rabu (28/11/2018).AFP / PAVEL GOLOVKIN Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam forum investasi tahunan di Moskwa, Rabu (28/11/2018).

SAINT PETERSBURG, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut negara Barat gila karena mendukung seorang pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guadio, ketimbang Presiden Nicolas Maduro.

Putin menilai pemimpin Guadio sebagai orang yang menyenangkan. Namun, dia memperingatkan dunia bakal terjun dalam kekacauan jika tidak ada aturan ditegakkan.

"Tapi kalau kita mengadopsi cara seperti ini untuk berkuasa, seorang pria yang berjalan-jalan, memandang ke surga, dan menyatakan dirinya sebagai presiden di hadapan Tuhan, apakah ini normal atau tidak?" katanya.

Baca juga: Tak Diundang ke Peringatan D-Day, Presiden Putin Cuek


Melansir AFP, pernyataan itu disampaikan kepada para kepala kantor berita global dalam sebuah forum ekonomi di Saint Petersburg, Kamis (6/6/2019).

"Yah, kalau begitu kekacauan akan menghabiskan dunia," ucapnya.

"Mari kita pilih presiden AS, perdana menteri Inggris, presiden Perancis seperti itu. Apa yang akan terjadi?" ujarnya.

"Saya ingin bertanya kepada mereka yang mendukung ini, apakah kalian sudah gila, apakah kalian mengerti ke mana arah ini? Haruskah ada peraturan atau tidak?" tuturnya.

Seperti diketahui, pada Januari 2019, Guaido menyatakan dirinya bertindak sebagai presiden. Dia mengklaim terpilihnya kembali Maduro pada tahun lalu terjadi secara tidak sah.

Lebih dari 50 negara yang dipimpin AS, mendukung ketua Majelis Nasional Venezuela itu sebagai pemimpin.

Namun, Rusia dan China tetap bersikukuh untuk mendukung pemerintahan Maduro.

Guaido selama ini telah memimpin upaya untuk menggulingkan Maduro. Namun, segala upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Selain menyinggung Barat, Putin juga memperingatkan intervensi militer AS di Venezuela akan menjadi malapetaka.

Baca juga: Presiden China Hadiahkan 2 Ekor Panda kepada Putin

Putin mengaku negaranya tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan ke negara itu guna menopang Maduro.

"Kami tidak membangun pangkalan militer di sana, kami tidak mengirim pasukan ke sana, kami belum pernah melakukan itu," katanya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan itu Putin sampaikan untuk menanggapi kicauan Trump yang mengklaim Rusia telah menarik personelnya keluar dari Venezuela.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X