Tak Diundang ke Peringatan D-Day, Presiden Putin "Cuek"

Kompas.com - 07/06/2019, 07:55 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin bersama para pejabat militer saat meninjau pusat uji coba terbang militer di Akhtubinsk. AFP/ALEXEY NIKOLSKYPresiden Rusia Vladimir Putin bersama para pejabat militer saat meninjau pusat uji coba terbang militer di Akhtubinsk.
|

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin merasa "tak ada masalah" meski dia tak diundang menghadiri peringatan 75 tahun pendaratan Normandia, Kamis (6/6/2019).

Putin, yang diundang dalam perayaan serupa lima tahun lalu, mengatakan bahwa dirinya cukup punya kesibukan di Rusia.

"Kita juga tak selalu mengundang orang lain dalam sebuah perayaan. Jadi mengapa saya harus diundang? Saya punya kesibukan sendiri di sini," ujar Putin dalam forum ekonomi di St Petersburg, Rusia.

Pernyataan Putin ini muncul usai pemerintah Rusia mengatakan, pendaratan Normandia atau dikenal dengan nama D-Day bukanlah "pengubah arah Perang Dunia II".


Baca juga: Peringatan 75 Tahun D-Day, Ratu Elizabeth Ucapkan Terima Kasih

Pemerintah Rusia berulang kali menuduh Barat mengabaikan peran signifikan negeri yang dulu bernama Uni Soviet itu di masa Perang Dunia II.

"Pendaratan Normandia tidak memberikan hasil yang menentukan dalam Perang Dunia II," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

"Arah Perang Dunia II berubah setelah kemenangan Tentara Merah di Stalingrad dan Kursk," tambah Zakharova.

Pertanyaan serupa dilontarkan harian ternama Komsomolskaya Pravda.

"Mengapa Barat ingin semua berpikir bahwa front mereka adalah front utama dalam Perang Dunia II?" kata harian tersebut.

Komsomolskaya Pravda menambahkan, jutaan prajurit Uni Soviet tewas saat negeri itu menanti Barat membuka front kedua.

Uni Soviet sudah memerangi Jerman selama tiga tahun di front timur ketika Operasi D-Day digelar untuk membebaskan Eropa Barat dari cengkeraman Nazi.

Uni Soviet sendiri kehilangan 25 juta warganya dalam apa yang disebut negeri itu sebagai Perang Patriotik Besar.

Baca juga: Presiden China Hadiahkan 2 Ekor Panda kepada Putin

Untuk memperingati perjuangan tentaranya di Perang Dunia II, Rusia menggelar parade militer besar-besaran setiap tahun.

Sementara itu, dalam peringatan 75 tahun D-Day, para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Donald Trump, hadir di Perancis untuk menghormati prajurit sekutu yang gugur dalam peristiwa bersejarah itu.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X