Jenderal China kepada AS: Jika Mereka Ingin Berkelahi, Kami Siap

Kompas.com - 03/06/2019, 11:32 WIB
Menteri Pertahanan China Wei Fenghe (kanan) saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Kamboja Tea Banh dalam eksebisi militer di Phnom Penh.SCMP / AFP Menteri Pertahanan China Wei Fenghe (kanan) saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Kamboja Tea Banh dalam eksebisi militer di Phnom Penh.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan China Wei Fenghe menegaskan, negaranya siap berunding maupun terlibat ketegangan dengan Amerika Serikat ( AS).

Pernyataan itu diucapkan Wei ketika menghadiri forum dialog keamanan internasional, dikenal juga sebagai Shangri-La Dialogue, yang berlangsung di Singapura.

Dilansir AFP via Channel News Asia Minggu (2/6/20190, menhan yang juga seorang jenderal itu membuka pidatonya dengan membahas perang dagang AS dan China.

Baca juga: Perang Dagang Makin Panas, China Salahkan AS


Kedua negara saat ini terlibat ketegangan karena masing-masing saling bertukar tarif hingga 360 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 5.132 triliun.

"Untuk perang dagang yang diciptakan AS, jika mereka menginginkan berunding, kami akan membuka pintu. Namun jika mereka ingin berkelahi, kami siap," tegas Wei.

Dia juga menyoroti ketegangan di kawasan Asia-Pasifik, salah satu yang menjadi pembahasan adalah sengketa Laut China Selatan antara China dengan negara seperti Filipina.

Washington menyatakan penolakan terhadap militerisasi China yang mengklaim hampir seluruh area dan menolak mengakui wilayah Taiwan, Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Menurut komandan Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) itu, AS-lah yang membuat mereka terpaksa membangun fasilitas militer di kawasan sengketa.

"Siapa yang memulai mengancam stabilitas dan keamanan Laut China Selatan?" kecam Wei dikutip CNN. Dia merujuk kepada AS yang sering mengerahkan kapal perangnya melewati kawasan itu.

Dia menyebut operasi kemerdekaan navigasi Gedung Putih malah meninggalkan kekacauan ketika mereka pergi setelah menunjukkan "ototnya" yang membuat Beijing meradang.

"Di tengah tekanan harus menghadapi kapal perang maupun armada pesawat tempur, bagaimana mungkin kami tidak melindungi dengan membangun fasilitas militer," terang dia.

Dia juga membahas tentang Taiwan, dan mengklaim China tidak akan menyerahkan satu inci pun teritori mereka, dan membiarkan negara lain ikut campur.

Baca juga: Ketika 3 Kapal Perang China Kejutkan Warga Sydney di Pagi Hari...

Dia merujuk kepada Undang-undang Relasi Taiwan 1979 yang membolehkan Washington menyediakan senjata bagi Taiwan dan melindungi pulau itu dari serangan.

China masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari provinsi mereka yang harus disatukan kembali setelah perang sipil berdarah yang terjadi 1949 silam.

Wei mengutip perkataan presiden ke-16 AS Abraham Lincoln yang menyatakan bakal mempertahankan AS di tengah Perang Sipil.

"Bagaimana mungkin mereka bisa membuat peraturan yang mengizinkan ikut campur ke urusan dalam negeri China? Masuk akal?" tanyanya.

"Tidak ada negara di dunia yang mengizinkan adanya pemisahan diri. AS tidak terpisah. Begitu juga dengan China," menteri berusia 65 tahun tersebut.

Baca juga: Latihan Perang, Militer Taiwan Simulasikan Pendaratan Pasukan Amfibi China

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X