Kompas.com - 26/05/2019, 22:29 WIB

Selain dihukum mati di Irak, Gonot yang ditangkap bersama ibu, istri, dan saudara tirinya itu juga divonis in absentia sembilan tahun penjara di Perancis.

Sumber di AS menerangkan, Machou merupakan anggota Brigade Tariq ibn Ziyad. Sel teroris Eropa yang merencanakan serangan di Paris maupun Brussels, Belgia.

Sementara Lopez yang berasal dari Paris bersama istri dan dua anaknya sempat tinggal di Mosul, salah satu ibu kota ISIS selain Raqqa, sebelum pindah ke Suriah.

Pengacara Lopez, Nabil Boudi, mengecam vonis itu sebagai "keadilan ringkas" dan menyebut pemerintah Perancis sudah menjamin setiap warganya bakal mendapat keadilan, bahkan di Irak.

"Namun Lopez kini dihukum mati karena serangkaian interogasi yang dilakukan di dalam penjara Baghdad," keluh Boudi.

Baca juga: Napi ISIS Picu Kerusuhan di Penjara Tajikistan, 32 Orang Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.