Korut Sebut Penyelesaian Masalah Nuklir dengan AS Akan Suram, kecuali...

Kompas.com - 25/05/2019, 13:14 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019). AFP/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan-jalan di tengah jeda pertemuan mereka di Hotel Metropole Hanoi, Vietnam, di hari kedua Kamis (28/2/2019).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara menyatakan negosiasi dengan Amerika Serikat tidak akan dilanjutkan kecuali jika ada metode kalkulasi baru.

Korut menyalahkan AS atas KTT kedua di Vietnam antara pemimpin Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump yang tidak membuahkan hasil.

Melansir dari Yonhap News, Jumat (24/5/2019), juru bicara Kementerian Negeri Korea Utara mengatakan, AS sedang berusaha mengalihkan kesalah pada Korut agar situasnya menemui jalan buntu.

Baca juga: Seoul Siap Beri Bantuan Kemanusiaan ke Korea Utara Senilai Rp 115 Miliar


"Kecuali AS mengesampingkan kalkulasi saat ini dan maju dengan metode kalkulasi baru," demikian bunyi pernyataan, seperti dirilis oleh KCNA.

"Pembicaraan DPRK-AS todak akan pernah dilanjutkan dan dengan perluasan, prospek untuk menyelesaikan masalah nuklir akan suram," imbuhnya.

DPRK merujuk pada singkatan dari nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

"Kami dengan ini memperjelas lagi, AS tidak akan dapat menggerakan kami bahkan satu inci pun," ujarnya.

"Dan semakin jauh ketidakpercayaan dan tindakanbermusuhan dengan DPR, maka semakin ganas reaksi kami," ucapnya.

Diwartakan Reuters, Penasihat Keamanan nasional AS John Bolton pada Sabtu (25/5/2019) mengatakan, peluncuruan rudal Korut baru-baru ini telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dia mendesak Kim Jong Un agar kembali merundingkan soal denuklirisasi.

Baca juga: Abaikan Kongres, Trump Pakai Ancaman Iran agar AS Jual Senjata ke Saudi

" Resolusi PBB melarang peluncuran rudal balistik apa pun," katanya.

Seperti diektahui, Kim pada awal bulan ini memantau peluncuran pertama senjata yang belum pernah diuji sebelumnya.

Bolton menyatakan, AS masih terbuka untuk berunding dengan Korut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X