Bunuh Rekannya di Panti Jompo, Nenek 102 Tahun Jadi Tersangka

Kompas.com - 25/05/2019, 11:16 WIB
Pembunuhan.Thinkstock Pembunuhan.

LILLE, KOMPAS.com - Seorang nenek berusia 102 tahun kini jadi tersangka karena membunuh rekannya di panti jompo di Chezy-sur-Marne, Perancis utara.

Diwartakan CNN, Jumat (24/5/2019), korban yang berusia 92 tahun ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh seorang petugas panti pada tengah malam.

Pernyataan dari Pengadilan Tinggi Soissons menyebutkan, wajah korban tampak bekak.

Baca juga: Terjadi Ledakan Bom di Perancis, 13 Orang Terluka

Sementara hasil otopsi menunjukkan, korban tersebut meninggal karena sesak napas setelah dicekik dan dipukul pada bagian kepalanya.

Wanita yang tinggal di kamar sebelah korban mengatakan kepada staf bahwa dia telah membunuh seseorang.

Nenek yang berusia 102 tahun itu mengalami kebingungan dan kegelisahan. Kemudian, dia dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan.

Selanjutnya, dia dirujuk ke unit psikiatris, rumah sakit jiwa, untuk menjalani tes.

"Penghuni kamar sebelahnya, berusia 102 tahun, muncul dengan sangat gelisah," demikian pernyataan jaksa penuntut Fredreic Trinh.

"Dia bilang kepada salah satu staf medis bahwa dia telah membunuh seseorang," imbuhnya, seperti dikutip dari AFP.

Trinh menyatakan, nenek itu akan menjalani pemeriksaan psikologis untuk menentukan apakah dia memenuhi syarat untuk sanksi pidana atau tidak.

Baca juga: Dorong Warganya Punya Bayi, Wali Kota di Perancis Ini Janjikan Viagra Gratis

Polisi sekarang telah membuka penyelidikan terhadap kasus ini, meski tidak mungkin untuk menginterogasi sang nenek.

"Investigasi sudah dibuka untuk kasus pembunuhan terhadap seseorang yang rentan kondisi fisiknya," kata polisi.

 



Terkini Lainnya

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional
Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Internasional

Close Ads X