Penembakan Terjadi di Sekolah Colorado, Satu Siswa Tewas

Kompas.com - 08/05/2019, 12:07 WIB
Petugas polisi memeriksa di sekitar sekolah di Highland Ranch, Colorado, lokasi terjadinya penembakan, pada Selasa (7/5/2019). AFP / TOM COOPERPetugas polisi memeriksa di sekitar sekolah di Highland Ranch, Colorado, lokasi terjadinya penembakan, pada Selasa (7/5/2019).

HIGHLAND RANCH, KOMPAS.com - Insiden penembakan kembali terjadi di sebuah sekolah di Amerika Serikat. Kali ini di STEM School Highland Ranch, Colorado, pada Selasa (7/5/2019), yang menewaskan seorang siswa.

Pelaku penembakan diketahui adalah siswa dari sekolah tersebut. Selain seorang siswa yang tewas, beberapa siswa lainnya dilaporkan luka-luka.

"Dengan sangat sedih kami dapat memastikan bahwa seorang siswa di STEM School telah terbunuh," kata kantor sheriff Douglas County melalui akun Twitter.

Sherif Tony Spurlock mengatakan sedikitnya ada delapan siswa yang terluka, beberapa dalam kondisi kritis dan beberapa harus menjalani operasi.

Korban tewas diketahui adalah siswa berusia 18 tahun. Sementara korban luka paling muda berusia 15 tahun. Seluruh korban luka adalah siswa. Tidak ada staf maupun guru yang diketahui terluka.

Baca juga: Video Penembakan Masjid di Christchurch Masih Beredar di Facebook

Dilansir AFP, dua tersangka pelaku penembakan telah ditahan, yakni seorang dewasa dan seorang pemuda. Keduanya pernah bersekolah di sekolah itu.

"Kedua pelaku berjalan memasuki sekolah dan berpapasan dengan kelompok siswa di dua lokasi berbeda," kata Spurlock menambahkan penembakan terjadi di gedung sekolah menengah atas, di mana siswa menjalani masa empat tahun sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Kami tidak memiliki informasi mengenai adanya siswa tertentu yang menjadi sasaran," tambahnya.

Sebuah pistol ditemukan di lokasi kejadian dan telah diamankan oleh petugas.

Sherif mengatakan, pihak sekolah menginformasikan insiden tak lama setelah terjadi dan petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian sekitar dua menit kemudian.

"Saya meyakini bahwa respons cepat dari petugas yang tiba di sekolah telah membantu menyelamatkan banyak nyawa," kata Spurlock.

STEM School Highlands Ranch di Colorado, AS, merupakan sebuah kompleks sekolah yang terdiri dari taman kanak-kanak hingga kelas 12. Sekolah tersebut memiliki sekitar 1.800 siswa.

Sekolah ditutup penuh selama beberapa jam setelah laporan insiden diterima, namun status tertutup telah dicabut sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Baca juga: Korban Tewas Penembakan Masjid di Selandia Baru Bertambah Jadi 51 Orang



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X