Korban Tewas Penembakan Masjid di Selandia Baru Bertambah Jadi 51 Orang

Kompas.com - 02/05/2019, 21:44 WIB
Umat Muslim Selandia Baru melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor, salah satu lokasi yang menjadi korban serangan teroris di kota Christchurch, Jumat (22/3/2019). MARTY MELVILLE Umat Muslim Selandia Baru melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor, salah satu lokasi yang menjadi korban serangan teroris di kota Christchurch, Jumat (22/3/2019).

ANKARA, KOMPAS.com - Korban tewas tragedi penembakan di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, pada Maret lalu dilaporkan bertambah menjadi 51 orang.

Angka itu bertambah setelah seorang warga Turki meninggal ketika menjalani perawatan di rumah sakit, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

Baca juga: Rencanakan Aksi Balas Dendam atas Teror Selandia Baru, Veteran AS Ditahan

"Dengan sangat sedih, saya harus menyampaikan bahwa kami kehilangan satu warga kami, Zekeriya Tuyan, yang kritis saat serangan di Christchurch," terang Cavusoglu dikutip Reuters Kamis (2/5/2019).


Kepada kantor berita Anadolu, saudara Tuyan mengatakan Tuyan menjalani operasi pada Kamis waktu setempat. Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan.

"Hari ini dia dioperasi. Namun pendarahannya terlalu banyak sehingga nyawanya tak tertolong. Kami bersyukur karena setidaknya dia sudah berjuang selama 50 hari,' kata Yahya Tuyan.

Tragedi itu terjadi pada 15 Maret lalu saat berlangsung Shalat Jumat. Teroris asal Australia bersenjata lengkap kemudian menyerang Masjid Al Noor dan Linwood.

Aksi teroris supremasi kulit putih itu dilaporkan membunuh 50 jemaah dengan dia menyebarkan secara langsung kekejamannya di media sosial Facebook.

Si pelaku yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant itu dilaporkan berada di penjara dengan pengamanan ketat di Auckland, dan menjalani tes kejiwaan.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menuai simpati ketika dalam konferensi pers sesuai serangan, dia mengutuk teroris itu dan memberikan simpati kepada korban.

Selain itu, dia juga bergerak cepat dengan melarang seluruh senjata bergaya militer maupun semi-otomatis seperti yang dipakai si teroris untuk dijual bebas di negaranya.

Wellington juga melarang adanya upaya untuk mengunduh manifesto yang ditulis teroris tersebut pasca-serangan dan video aksinya ketika menyerang masjid.

Selain itu, asosiasi media Selandia Baru juga telah berjanji tidak akan membiarkan teroris itu menjadikan mereka sebagai alat propaganda selama disidang.

Baca juga: Pelaku Penembakan Sinagoge AS Puji Teroris Penembak Masjid Selandia Baru

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X