Pemilu di India: "Apa Untungnya Bagi Saya?”

Kompas.com - 03/05/2019, 18:50 WIB
Warga mengantre untuk memberikan suara di sebuah TPS di Desa Borgang village, negara bagian Meghalaya, India, Kamis (11/4/2019). India menggelar pemilihan umum terbesar di dunia yang diikuti 900 juta pemilih dan digelar selama enam pekan.
AFP/DAVID TALUKDAR Warga mengantre untuk memberikan suara di sebuah TPS di Desa Borgang village, negara bagian Meghalaya, India, Kamis (11/4/2019). India menggelar pemilihan umum terbesar di dunia yang diikuti 900 juta pemilih dan digelar selama enam pekan.

 

GERBONG kelas umum, yang termurah, sangat penuh sesak dan Tim Ceritalah terpaksa meringkuk di bagian penyimpanan koper di atas kursi penumpang. Ini adalah perjalanan kereta cepat dari Hyderabad menuju Chennai.

Cuaca yang sangat terik (lebih dari 40 derajat celsius) menyelimuti dataran tinggi Deccan yang kering. Harga tiket - hanya INR 225 (Rp 45.598), terhitung sangat murah. Namun, tetap saja ini merupakan perjalanan 15 jam yang melelahkan, 2 jam lebih lama dari perkiraan awal.

Pemilu di India terhitung lama dan memakan waktu lima pekan. Pemungutan suara sudah dimulai, tahap pertama dari proses yang melelahkan.


Negara bagian selatan Telangana dan Andhra Pradesh, belakangan ini terpecah-belah oleh isu politik yang tersebar. Gerbong kereta yang kami tempati sangat bising.

Ditambah aturan tempat duduk yang sempit, sehingga tidak ada satupun yang bisa terlelap tidur.

Di tengah-tengah perjalanan, kami mendengar percakapan di antara pria yang duduk di tempat koper; dua penjaga toko, seorang karyawan di pemerintahan, seorang ahli IT dan seorang buruh.

Semuanya setuju bahwa Hyderabad lebih berkembang dibandingkan Chennai. Mereka kagum akan halte bus baru di kota itu yang sekarang dilengkapi AC.

Sepanjang perjalanan, perbicangan semakin berkembang, membahas kepentingan politik hingga soal pilihan mereka.

Sang buruh, yang merupakan pendukung Vijayawada dan terlihat termiskin di antara yang lain, mengatakan, “Saya mendukung Modi.”

Ketika ditanyakan alasannya, dia menjelaskan dengan terus terang, “Di bawah kepemimpinan Kongres (partai oposisi), biji-biji dapur harganya bisa mencapai INR 120 (Rp 24.288), sekarang hanya INR 80 (Rp 16.193).”

Memahami situasi kehidupannya, tidak ada yang mempertanyakannya. Sebaliknya, mereka semua kembali terdiam.

Sementara itu, di saat beberapa kelompok masyarakat memandang Pemilu yang akan berlangsung sebagai perjuangan lanjutan antara visi yang bertentangan untuk Republik tersebut - BJP (Partai Bharatiya Janata, partai pemerintah di India), dan paham Hindutva (Kelompok Nasionalisme Hindu di India) yang tegas dan anti-demokratik di satu sisi, melawan impian sosialis sekuler dari Keluarga Gandi-Nehru.

Tapi untuk yang lain, ini semua berkaitan dengan pekerjaan, harga dan layanan pemerintahan. Sesungguhnya, pada dasarnya Pemilu yang terjadi hanya berputar pada hal tersebut, "Apa untungnya bagi saya?"

Halaman:


Terkini Lainnya

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Internasional
Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Internasional
PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

Internasional
Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Internasional
Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Internasional
Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Internasional
Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Internasional
Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Internasional
Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Internasional
Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Internasional
Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Internasional
Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Internasional
Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Internasional
Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Internasional

Close Ads X