Di Telepon, Menlu AS dan Rusia Saling Tuduh soal Krisis Venezuela

Kompas.com - 02/05/2019, 16:11 WIB
Anggota dari Garda Nasional Bolivarian yang memilih mendukung oposisi Venezuela pimpinan Juan Guaido membalas tembakan pasukan loyalis Presiden Nicolas Maduro dalam ketegangan yang terjadi  di Caracas, Selasa (30/4/2019). AFP/FEDERICO PARRAAnggota dari Garda Nasional Bolivarian yang memilih mendukung oposisi Venezuela pimpinan Juan Guaido membalas tembakan pasukan loyalis Presiden Nicolas Maduro dalam ketegangan yang terjadi di Caracas, Selasa (30/4/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan kompatriotnya di Rusia, Sergey Lavrov, dilaporkan saling tuduh tentang krsis di Venezuela.

Melalui pembicaraan telepon, kedua menlu saling tuduh bahwa negara mereka telah menciptakan ketidakstabilan di negara kawasan Amerika Selatan itu.

Dengan upaya AS untuk melengserkan Presiden Nicolas Maduro dari kekuasaan, Pompeo berkata Rusia dan Kuba merupakan kekuatan yang terus menanamkan pengaruh sayap kiri di Venezuela.

Baca juga: Satu Orang Ditembak Mati dalam Demonstrasi Hari Buruh di Venezuela

Juru bicara Kemenlu AS Morgan Ortagus menuturkan, Pompeo menekankan intervensi dua negara itu telah membuat situasi Venezuela jadi tak stabil dan mengancam relasi AS-Rusia.

"Pompeo mendesak Rusia untuk menghentikan dukungan kepada Maduro dan bergabung bersama negara yang menyerukan adanya transisi kekuasaan," kata Ortagus dikutip AFP Kamis (2/5/2019).

Namun Lavrov menyanggah ucapan Pompeo. Dia menuturkan sebaliknya Washington justru telah memberi "pengaruh merusak" dengan mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara pada Januari lalu mengklaim telah mendapatkan dukungan militer untuk menggulingkan Maduro.

"Masuknya AS ke urusan domestik Venezuela jelas-jelas merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," terang juru bicara Kemenlu Rusia mengutip ucapan Lavrov.

Lavrov kemudian menyoroti ucapan Presiden Donald Trump, yang seperti ditirukan oleh Pompeo, bahwa Washington siap mengerahkan militer ke Venezuela jika diperlukan.

"Upaya agresif seperti ini sarat akan konsekuensi. Hanya rakyat Venezuela yang berhak menentukan nasib mereka sendiri," kata Lavrov di telepon.

AS merupakan satu dari 50 negara di seluruh dunia seperti mayoritas negara Amerika Latin dan kekuatan Eropa yang mengakui Guaido sebagai presiden sementara.

Maduro terpilih kembali dalam pemilu yang dipandang penuh kepalsuan. Venezuela mengalami krisis terburuk yang membuat jutaan rakyat mengungsi karena kelangkaan hidup pokok.

Rusia dan China menyediakan dukungan diplomatik yang krusial dengan Kremlin menawarkan bantuan militer, serta Beijing menyediakan kredit untuk membeli minyak Venezuela.

Pemerintahan Trump juga memperingatkan Kuba yang merupakan musuh lama AS agar berhenti mendukung Maduro dengan diduga menerjunkan ribuan pasukan untuk menopang loyalis Maduro.

Baca juga: Militer AS Belum Dapat Perintah untuk Bersiap Perang di Venezuela

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.