Militer AS Belum Dapat Perintah untuk Bersiap Perang di Venezuela

Kompas.com - 02/05/2019, 05:00 WIB
Bus pemerintah dibakar selama bentrokan dengan tentara yang setia kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Peristiwa ini terjadi di sekitar pangkalan militer La Carlota di Caracas pada Selasa (30/4/2019). (AFP/Federico Parra)FEDERICO PARRA Bus pemerintah dibakar selama bentrokan dengan tentara yang setia kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Peristiwa ini terjadi di sekitar pangkalan militer La Carlota di Caracas pada Selasa (30/4/2019). (AFP/Federico Parra)

WASHIINGTON DC, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat ( AS) merespon ucapan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo soal kemungkinan adanya intervensi ke Venezuela.

Diwartakan Reuters Rabu (1/5/2019), Pentagon menyatakan mereka belum mendapat perintah dari Kongres untuk mempersiapkan perang dan mendukung langkah diplomasi.

Baca juga: AS Siap Kerahkan Militer untuk Padamkan Krisis di Venezuela

Acting Asisten Menteri Pertahanan Bidang Keamanan Internasional Kathryn Wheelbarger menuturkan, Pentagon selalu meninjau opsi dan berbagai kemungkinan.

"Namun dalam kasus ini, kami belum menerima adanya instruksi yang kalian bicarakan," ucap Wheelbarger saat ditanya apakah Pentagon sudah bersiap jika diterjunkan.

Komandan Komando Selatan AS Laksamana Craig Faller mengatakan pernah diutarakan rencana untuk melakukan evakuasi non-kombatan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Namun, fokusnya menjadi komandan armada yang membawahi militer AS di Amerika Latin itu adalah membangun kemitraan. "Sikap kami sudah jelas; Harus terjadi transisi secara demokratis," tuturnya.

"Kami adalah pendukung total terhadap demokrasi dan kami berada dalam kesiapan penuh untuk mendukung upaya itu," ujar perwira tinggi 57 tahun itu.

Sebelumnya, Menlu Pompeo menyembulkan adanya kemungkinan untuk mengerahkan militer ke Venezuela yang bertujuan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

"Tindakan militer dipertimbangkan. Jika hanya itu opsinya, maka AS bakal melakukannya," ujar Pompeo dalam wawancara dengan Fox Business Network.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menekankan bahwa opsi militer harus terus berada di daftar pertimbangan, dan tidak ada pejabat pertahanan AS yang bersikap kontra.

Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan dilaporkan harus menunda kunjungannya ke Eropa guna mendiskusikan situasi Venezuela dengan tim penasihat keamanan nasional dan Kementerian Luar Negeri.

Jenderal Marinir Joseph Dunford, Chairman Kepala Staf Gabungan AS menyatakan saat ini militer tengah mengumpulkan informasi intelijen tentang situasi di Venezuela.

"Situasi yang terjadi saat ini kurang bisa dimengerti antara Maduro dengan (pemimpin oposisi Juan) Guaido," terang Dunford saat rapat dengar pendapat dengan Kongres.

"Saat ini yang bisa kami lakukan adalah siap memberikan dukungan jika Presiden meminta lebih dari militer," tegas Dunford tanpa menjabarkan lebih detil.

Baca juga: Baku Tembak, Gas Air Mata, dan Serangan Mobil Warnai Krisis Venezuela

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X