Satu Orang Ditembak Mati dalam Demonstrasi Hari Buruh di Venezuela

Kompas.com - 02/05/2019, 11:22 WIB
Bentrokan terjadi pada Hari Buruh atau May Day di Caracas, Venezuela, Rabu (1/5/2019). (AFP/CRISTIAN HERNANDEZ) CRISTIAN HERNANDEZBentrokan terjadi pada Hari Buruh atau May Day di Caracas, Venezuela, Rabu (1/5/2019). (AFP/CRISTIAN HERNANDEZ)

CARACAS, KOMPAS.com - Seorang perempuan ditembak mati dan puluhan orang lainnya terluka dalam bentrokan antara pendukung oposisi dan pasukan bersenjata pada Hari Buruh di Caracas, Venezuela, Rabu (1/5/2019).

Korban tewas diidentifikasi sebagai Jurubith Rausseo, usia 27 tahun, yang meninggal dunia di sebuah klinik setelah terkena tembakan pada kepalanya.

Diwartakan kantor berita AFP, lembaga non-pemerintah Observatorium untuk Konflik Sosial Venezuela menyatakan sebanyak 27 orang juga mengalami cedera akibat bentrokan.

Baca juga: Militer AS Belum Dapat Perintah untuk Bersiap Perang di Venezuela

Pasukan menembakkan gas air mata kepada pengunjuk rasa yang melemparkan batu. Para demonstran berupaya untuk memblokir jalan raya yang berada di dekat pangkalan udara.

Satu jurnalis luka-luka ketika tentara menembakkan peluru karet pada sekelompok reporter yang sedang meliput.

Seorang remaja bernama Miguel Ramirez telah ditembak pada bagian kakinya ketika ikut aksi protes di jalan raya dekat pangkalan udara La Carlota.

"Saya tidak berhasil kabur dan bersembunyi," katanya.

Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mendesak pendukungnya di Caracas untuk terus berada di jalan sambil menggelar unjuk rasa Hari Buruh.

Sebelumnya, juga terjadi kerusuhan di Venezuela pada Selasa lalu hingga menewaskan satu orang dan beberapa lainnya terluka. Sementara ada lebih dari 150 orang yang ditahan.

Seperti diketahui, Venezuela telah mengalami resesi selama lima tahun yang membuat penduduk kekurangan kebutuhan dasar serta kegagalan layanan publik termasuk air, listrik, dan transportasi.

"Saya hidup di neraka," kata seorang penduduk di Caracas, Evelinda Villalobos.

"Saya yakin orang-orang di jalan akan menjadi sedotan terakhir yang mematahkan punggung unta," ujarnya merujuk pada perumpaan yang berarti tindakan kecil atau rutin yang akan berdampak besar.

Baca juga: AS Siap Kerahkan Militer untuk Padamkan Krisis di Venezuela

CNN melaporkan, Guaido mengaku tidka memiliki cukup pembelot militer yang mendukungnya selama kerusuhan pada Selasa.

"Kita harus mengakui, kemarin tidak cukup (pembelot militer pro-Guaido)," ujar pria yang juga menjabat sebagai Presiden Majelis Nasional Venezuela itu.

"Kami tidak meminta konfrontasi di antara saudara-saudara, malah sebaliknya. Kami hanya ingin mereka berada di pihak rakyat," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X