Kompas.com - 01/05/2019, 22:24 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menuturkan segala opsi untuk memadamkan krisis di Venezuela tengah dipertimbangkan.

Dalam wawancara dengan Fox Business Network dikutip AFP Rabu (1/5/2019), Pompeo berkata pemerintahan Presiden Donald Trump juga memikirkan mengirim militer ke Venezuela.

Baca juga: Baku Tembak, Gas Air Mata, dan Serangan Mobil Warnai Krisis Venezuela

"Presiden sudah menegaskannya. Tindakan militer dimungkinkan. Jika memang itu yang diperlukan, maka itulah yang bakal dilakukan oleh Amerika Serikat," tegas Pompeo.

Pompeo melanjutkan Gedung Putih masih menginginkan adanya upaya transisi damai di mana Presiden Nicolas Maduro mundur, dan pemilu digelar untuk memilih pemimpin baru.

Meski begitu, Pompeo berujar Trump sudah menyatakan bahwa AS harus bersiap menempuh pendekatan keras. "Dia sudah bersiap jika waktunya memang telah tiba," tuturnya.

Dalam wawancara terpisah dengan CNN, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mengatakan Pompeo bakal berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov terkait Venezuela.

Baik Bolton maupun Pompeo menuduh Kremlin bersama dengan Kuba telah menghalangi adanya pergantian kekuasaan di negara kawasan Amerika Latin itu.

Pada Selasa (30/4/2019), Pompeo mengungkapkan Maduro hendak meninggalkan Venezuela dengan destinasi Kuba. Namun upayanya untuk kabur dihentikan Rusia.

"Rusia hanya bisa sekadar menaruh ibu jari di mata kami. Mereka menggunakan Kuba sebagai alat untuk mendapatkan pengaruuh efektif di negara kawasan Latin," terang Bolton.

Karena itu, Bolton menuturkan AS mempunyai Doktrin Monroe. Sebuah kebijakan yang muncul pada abad 19 untuk menentang setiap kolonalisme Eropa di Amerika.

Namun, AFP memberitakan doktrin itu dipakai untuk membenarkan setiap intervensi yang dilakukan oleh Washington untuk melaksanakan intervensi di Amerika Selatan.

"Itu menjelaskan mengapa presiden mengindikasikan Kuba harus berpikir panjang dan masak-masak tentang perang mereka di Venezuela ini," tukas Bolton.

Baca juga: Bantah Hendak Kabur dari Venezuela, Maduro Klaim Kalahkan Kudeta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.