Oposisi Venezuela Klaim Didukung Militer, Reaksi Dunia Terbelah

Kompas.com - 30/04/2019, 22:38 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan pemimpin oposisi Juan Guaido. AFP/YURI CORTEZ/JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan pemimpin oposisi Juan Guaido.

CARACAS, KOMPAS.com - Ketegangan di Venezuela kembali meningkat setelah pemimpin oposisi Juan Guaido mengklaim telah mendapatkan dukungan dari militer.

Adanya militer yang berpihak kepadanya membuat Guaido menyatakan tengah merundingkan "fase terakhir" operasi untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Pernyataan yang disampaikan Guaido kemudian direspon pemerintahan Maduro dengan menyebut adanya sekelompok kecil militer yang berniat melakukan kudeta.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Venezuela Umumkan Tahap Akhir Operasi Gulingkan Maduro

Klaim yang dibuat Guaido itu membuat sebagian pemimpin dunia terbelah. Berikut beberapa ucapan mereka sebagaimana diwartakan kantor berita AFP Selasa (30/4/2019).

Amerika Serikat ( AS)

AS melalui Gedung Putih telah menyerukan kepada militer Venezuela untuk mendukung Guaido di tengah upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk melengserkan Maduro.

Sejak Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara pada Januari lalu, AS menjadi salah satu negara pertama yang mengakui dengan total ada 50 negara yang memberi pengakuan.

"Pemerintahan AS sangat mendukung rakyat Venezuela yang tengah mencari demokrasi dan kemerdekaan. Demokrasi tak bisa dikalahkan," kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo melalui Twitter.

Baca juga: Maduro Diminta Waspada terhadap Pejabat Venezuela yang Pegang Visa AS

Kolombia

Presiden Kolombia Ivan Duque mengunggah kicauan di Twitter menyerukan kepada "tentara dan rakyat Venezuela untuk berada di tempat yang benar dalam sejarah".

Duque menyatakan dia berharap rakyat bisa menentang Maduro yang disebut sebagai diktator. Serta menyatakan telah meminta pertemuan Grup Lima, berisi negara Amerika Latin dan Kanada, untuk membahas situasi di Venezuela.

Bolivia

Presiden Bolivia Evo Morales mengecam adanya upaya kudeta yang dilakukan kelompok sayap kanan Venezuela yang mendapat bantuan dari pihak asing.

"Saya yakin Revolusi Bolivarian yang dipimpin Saudara Nicolas Maduro bakal mengalahkan serangan baru yang dilakukan oleh kekaisaran (AS)," kata Morales.

Baca juga: Maduro: Venezuela Siap Terima Bantuan Internasional

Spanyol

Melalui juru bicara pemerintah Isabel Celaa, Spanyol berharap ketegangan yang terjadi di negara kaya minyak tersebut tidak akan berujung kepada pertumpahan darah.

Celaa meminta agar diadakan "pemilu yang demokratis" dengan Madrid siap memberikan dukungan penuh kepada usaha menurunkan ketegangan di Venezuela.

Spanyol merupakan salah satu dari 50 negara yang memberi dukungan kepada Guaido, dengan Celaa menyatakan dia adalah sosok yang dianggap mampu memberi perubahan.

"Namun, kami sama sekali tidak memberikan dukungan kepada adanya segala kudeta militer," tegas Celaa dalam keterangan resminya.

Inggris

Juru bicara pemerintahan Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menegaskan mereka bersama mitra internasionalnya menyatakan dukungan terhadap Guaido.

"Fokus kami adalah resolusi damai atas krisis dan pemulihan demokrasi di Venezuela. Rakyat Venezuela berhak mendapat masa depan lebih baik. Rezim Maduro harus keluar," tegas London.

Baca juga: Bloomberg: Venezuela Jadi Negara Paling Sengsara di Dunia

Kuba

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel di Twitter berkata dia menentang adanya usaha kudeta yang bertujuan untuk menimbulkan kekacauan di Venezuela.

"Si pengkhianat yang menempatkan dirinya sebagai pusaran segala pergerakan subversif ini menggunakan tentara dan senjata berat untuk menimbulkan kepanikan dan teror," tutur dia.

Uni Eropa

Juru bicara Komisi Eropa menjelaskan mereka sudah mengetahui tentang situasi yang ada di negara Amerika Latin tersebut. Namun menolak berkomentar.

Meksi begitu, Ketua Parlemen Eropa Antonio Tajani mengapresiasi pembebasan tokoh oposisi Leopoldo Lopez dari status tahanan rumah sebagai "momen bersejarah".

Lopez merupakan pemenang Penghargaan Sakharov. Yakni penghargaan hak asasi manusia tahunan yang biasanya diberikan oleh Parlemen Eropa.

Baca juga: Presiden Brasil Sebut Negaranya dan AS Fokus Gulingkan Rezim Maduro



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X