Maduro: Venezuela Siap Terima Bantuan Internasional

Kompas.com - 10/04/2019, 15:04 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ketika memberikan pengarahan terkait krisis yang terjadi. AFP via The GuardianPresiden Venezuela Nicolas Maduro ketika memberikan pengarahan terkait krisis yang terjadi.

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan, Selasa (9/4/2019), negaranya kini siap untuk menerima bantuan dan dukungan dari dunia internasional.

Keputusan Maduro membuka gerbang untuk masuknya bantuan kemanusiaan setelah dilangsungkannya pertemuan dengan presiden Palang Merah Internasional, Peter Maurer.

"Kami mengkonfirmasi kesiapan kami untuk membangun mekanisme kerja sama untuk masuknya bantuan dan dukungan internasional," tulis Maduro di akun Twitter miliknya, dikutip AFP.

Maduro sebelumnya tegas menolak anggapan bahwa situasi di Venezuela saat ini disebut sebagai krisis kemanusiaan.

Dia pun menutup sejumlah perbatasan negara dengan Kolombia, Brasil, dan perairan Laut Karibia demi mencegah masuknya bantuan asing, yang disebutnya sebagai upaya menyusupkan kekuatan militer.

Baca juga: Guaido Sebut Militer Venezuela Tak Lagi Dukung Maduro

Kini Maduro telah melunak dan bersedia menerima bantuan dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dengan syarat harus tetap menghormati tatanan hukum yang berlaku di Venezuela.

Delegasi ICRC yang dipimpin langsung oleh presidennya, Peter Maurer telah berada di negara Amerika Selatan itu sejak Sabtu (6/4/2019) pekan lalu dan akan menyelesaikan kunjungannya, Rabu (10/4/2019).

ICRC pada Jumat (5/4/2019) pekan lalu telah kembali menyatakan keprihatinannya akan kondisi di Venezuela dengan dampak yang dirasakan rakyat, khususnya mereka yang tidak memiliki akses untuk layanan dasar.

Venezuela telah jatuh dalam krisis berkepanjangan setelah anjloknya harga minyak dunia, yang menjadi ketergantungan negara itu.

Situasi diperburuk konflik politik dengan oposisi yang menyatakan diri sebagai presiden sementara dan mendapat dukungan dari lebih 50 negara di dunia.

Maduro menyalahkan pihak Amerika Serikat dengan sanksinya yang telah menyebabkan perekonomian rakyat terpuruk.

Menurut data PBB, hampir seperempat dari 30 juta rakyat Venezuela saat ini membutuhkan bantuan.

Sebanyak 3,7 juta warga kini mengalami kekurangan gizi dan setidaknya 22 persen anak balita menderita malnutrisi kronis.

Baca juga: Maduro: Kita Menghadapi Monster yang Ingin Menghancurkan Venezuela



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X