Wanita Rusia yang Dituduh Mata-mata Dijatuhi Hukuman 18 Bulan Penjara

Kompas.com - 27/04/2019, 18:16 WIB
Maria Butina ditangkap pemerintah Amerika Serikat atas tuduhan menjadi agen mata-mata Rusia. (Facebook/Maria Butina) Maria Butina ditangkap pemerintah Amerika Serikat atas tuduhan menjadi agen mata-mata Rusia. (Facebook/Maria Butina)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Perempuan Rusia yang ditahan otoritas Amerika Serikat setelah dituduh bertindak sebagai mata-mata, dijatuhi hukuman 18 bulan penjara oleh pengadilan, Jumat (26/4/2019).

Maria Butina, dituding telah menyusup ke kelompok politik AS, termasuk Asosiasi Senapan Nasional (NRA) yang memiliki lobi kuat tentang hak kepemilikan senjata di AS.

Butina merupakan satu-satunya warga Rusia yang ditangkap dan dihukum setelah penyelidikan selama tiga tahun seputar kasus keterlibatan Moskwa dalam politik AS.

Perempuan asal Siberia berusia 30 tahun itu adalah pemimpin kelompok hak kepemilikan senjata Rusia, menggunakan koneksinya dengan NRA untuk membangun kontak jaringan dengan pejabat Republik yang berkuasa.

Baca juga: Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Dia mengakui telah bekerja sama dan bertindak sebagai agen pemerintah asing yang tidak terdaftar.

Jaksa mengatakan, meski bekerja secara terbuka dan tidak terikat dengan badan intelijen Rusia, namun Butina diketahui telah mengirimkan laporan ke pejabat tinggi pemerintah Rusia dan menimbulkan ancaman terhadap AS.

"Saya dengan rendah hati meminta maaf. Saya bukanlah orang jahat seperti yang digambarkan di media," ujarnya di hadapan persidangan sebelum pembacaan hukumannya.

Dia mengatakan kepada pengadilan hanya ingin bekerja untuk membuat hubungan AS-Rusia lebih baik, dan mengaku akan mendaftar sebagai agen asing jika dirinya tahu hal itu diwajibkan dalam hukum.

Pengadilan menjatuhkan hukuman selama 18 bulan, namun Butina yang ditahan sejak Juli tahun lalu, hanya perlu menjalani sisa hukuman sembilan bulan dan kemudian akan dideportasi setelah bebas.

Kementerian Luar Negeri Rusia menanggapi kasus Butin mengatakan bahwa tuduhan yang dijatuhkan kepada warga Rusia itu telah dibuat-buat.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X