Kompas.com - 26/04/2019, 20:16 WIB

COLOMBO, KOMPAS.com - Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengatakan ada informasi intelijen yang menyebut terduga dalang serangkaian serangan bom pada Minggu Paskah (21/4/2019) telah tewas.

Kendati demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan lantaran jenazah terduga, yang diidentifikasi bernama Zahran Hashim, belum ditemukan.

Terkait hal itu, saudara perempuan terduga, Hashim Madaniya, berharap kakaknya sudah tewas.

"Rasanya tidak tertahankan setelah mengetahui apa yang terjadi," ujar Mohamed Hashim Madaniya, saudara perempuan terduga dalang serangan teror, kepada surat kabar Daily Mirror Sri Lanka, Kamis (25/4/2019).

"Saya tidak ingin berurusan dengannya dan saya berharap dia sudah mati," ujar Madaniya, dikutip New York Post.

Baca juga: Terduga Dalang Ledakan Bom Sri Lanka Dikabarkan Tewas

Pihak berwenang meyakini Hashim, petinggi dalam jaringan teroris lokal National Thawheed Jamaath (NTJ), termasuk di antara sembilan pelaku teror bom bunuh diri di tujuh lokasi hotel dan gereja di Sri Lanka yang menewaskan hingga lebih dari 250 orang.

Namun kematiannya belum dapat dikonfirmasi secara resmi lantaran tidak ada bukti jenazah yang ditemukan.

Madaniya mengatakan, dia juga belum bertemu dengan keluarganya sejak tiga hari sebelum insiden terjadi, membuatnya yakin bahwa anggota keluarganya yang lain sedang dalam pelarian setelah terpengaruh kakaknya.

"Mereka pasti bergabung dengannya. Saya satu-satunya yang harus menanggung semua kesalahan dan penderitaan ini sekarang. Saya tidak ingin terlibat apa pun dengan mereka," ujar Madaniya.

Madaniya mengaku, dirinya dan suami serta anak-anaknya, telah menjauh dari Hashim sejak dua tahun lalu karena sikapnya yang mulai berubah ekstrem.

"Saat itu awal 2017, ketika dia mulai menceramahi kami dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan pemikiran kami. Dia berkata seperti dunia ini diciptakan untuk umat Muslim dan menentang agama lain," kata dia.

Baca juga: Klaim Serangan Bom di Sri Lanka, ISIS Rilis Foto Pelaku

Hashim muncul dalam video yang dirilis Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) setelah kelompok itu mengklaim bertanggung jawab dalam serangan yang menyasar gereja dan hotel mewah.

Dalam video tersebut, Hashim memimpin tujuh orang lain yang menutupi muka mereka ketika menyatakan sumpah setia terhadap Pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.