Saudara Terduga Dalang Serangan Bom Sri Lanka Berharap Kakaknya Telah Tewas

Kompas.com - 26/04/2019, 20:16 WIB
Sekelompok pria yang diyakini merupakan pelaku bom Sri Lanka terlihat di sebuah lokasi yang tidak diketahui dalam gambar yang diambil dari video yang diunggah oleh agensi berita Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) AMAQ, Selasa (23/4/2019), dan diterima oleh Reuters melalui SITE Intel Group. Tengah dilaporkan bernama Zahran Hashim yang disebut sebagai dalang ledakan bom tersebut. ANTARA FOTO/AMAQ via SITE INTEL GROUP/Handout via REUTERS TV/cfoSekelompok pria yang diyakini merupakan pelaku bom Sri Lanka terlihat di sebuah lokasi yang tidak diketahui dalam gambar yang diambil dari video yang diunggah oleh agensi berita Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) AMAQ, Selasa (23/4/2019), dan diterima oleh Reuters melalui SITE Intel Group. Tengah dilaporkan bernama Zahran Hashim yang disebut sebagai dalang ledakan bom tersebut.

COLOMBO, KOMPAS.com - Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengatakan ada informasi intelijen yang menyebut terduga dalang serangkaian serangan bom pada Minggu Paskah (21/4/2019) telah tewas.

Kendati demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan lantaran jenazah terduga, yang diidentifikasi bernama Zahran Hashim, belum ditemukan.

Terkait hal itu, saudara perempuan terduga, Hashim Madaniya, berharap kakaknya sudah tewas.

"Rasanya tidak tertahankan setelah mengetahui apa yang terjadi," ujar Mohamed Hashim Madaniya, saudara perempuan terduga dalang serangan teror, kepada surat kabar Daily Mirror Sri Lanka, Kamis (25/4/2019).

"Saya tidak ingin berurusan dengannya dan saya berharap dia sudah mati," ujar Madaniya, dikutip New York Post.

Baca juga: Terduga Dalang Ledakan Bom Sri Lanka Dikabarkan Tewas

Pihak berwenang meyakini Hashim, petinggi dalam jaringan teroris lokal National Thawheed Jamaath (NTJ), termasuk di antara sembilan pelaku teror bom bunuh diri di tujuh lokasi hotel dan gereja di Sri Lanka yang menewaskan hingga lebih dari 250 orang.

Namun kematiannya belum dapat dikonfirmasi secara resmi lantaran tidak ada bukti jenazah yang ditemukan.

Madaniya mengatakan, dia juga belum bertemu dengan keluarganya sejak tiga hari sebelum insiden terjadi, membuatnya yakin bahwa anggota keluarganya yang lain sedang dalam pelarian setelah terpengaruh kakaknya.

"Mereka pasti bergabung dengannya. Saya satu-satunya yang harus menanggung semua kesalahan dan penderitaan ini sekarang. Saya tidak ingin terlibat apa pun dengan mereka," ujar Madaniya.

Madaniya mengaku, dirinya dan suami serta anak-anaknya, telah menjauh dari Hashim sejak dua tahun lalu karena sikapnya yang mulai berubah ekstrem.

"Saat itu awal 2017, ketika dia mulai menceramahi kami dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan pemikiran kami. Dia berkata seperti dunia ini diciptakan untuk umat Muslim dan menentang agama lain," kata dia.

Baca juga: Klaim Serangan Bom di Sri Lanka, ISIS Rilis Foto Pelaku

Hashim muncul dalam video yang dirilis Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) setelah kelompok itu mengklaim bertanggung jawab dalam serangan yang menyasar gereja dan hotel mewah.

Dalam video tersebut, Hashim memimpin tujuh orang lain yang menutupi muka mereka ketika menyatakan sumpah setia terhadap Pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X