Kompas.com - 23/04/2019, 23:53 WIB

Ushakov menambahkan, tidak ada agenda pemberian pernyataan bersama maupun acara penandatanganan perjanjian selama pertemuan puncak tersebut.

Hubungan antara Pyongyang dengan Moskwa yang pernah menjadi sekutu pentingnya, telah berlangsung selama puluhan tahun.

Uni Soviet bahkan menyebut kakek Kim Jong Un, pemimpin pertama Korea Utara, Kim Il Sung, sebagai pendukung penting dan penyedia utama bantuan ke Pyongyang selama masa Perang Dingin.

Uni Soviet mulai mengurangi dana ke Korea Utara saat Pyongyang mulai mencoba rekonsiliasi dengan Seoul pada 1980-an, yang disusul dengan runtuhnya Soviet.

Sejak saat itu, China telah menjadi sekutu terpenting Korea Utara, menggantikan Soviet, dan menjadi mitra dagang terbesar serta pemasok bahan bakar krusial bagi negara tertutup itu.

Baca juga: Kim Jong Un Bakal Bertemu Putin di Rumah Armada Pasifik Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.