Selundupkan Senjata ke Tepi Barat, Eks Staf Konsulat Perancis Dihukum 7 Tahun Penjara

Kompas.com - 09/04/2019, 13:51 WIB
Romain Franck (kanan), staf diplomat Perancis, bersama seorang warga Palestina yang ditangkap otoritas Israel karena menyelundupkan senjata dari Jalur Gaza ke Tepi Barat. AFP / JACK GUEZRomain Franck (kanan), staf diplomat Perancis, bersama seorang warga Palestina yang ditangkap otoritas Israel karena menyelundupkan senjata dari Jalur Gaza ke Tepi Barat.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pengadilan Israel menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada mantan staf konsulat Perancis yang menyelundupkan senjata dari Jalur Gaza.

Romain Franck, yang sempat bekerja sebagai sopir di kantor konsulat Perancis, memanfaatkan statusnya sebagai diplomat untuk menyelundupkan senjata.

Franck dituduh mengeksploitasi pengecekan keamanan yang lebih longgar bagi diplomat untuk menyelundupkan hingga 70 pistol dan dua senapan otomatis dari Jalur Gaza ke Tepi Barat.

Franck mengajukan keringanan kepada pengadilan yang kemudian memutuskan terdakwa bersalah dalam menyelundupkan 29 pistol, setelah dia mengakui sebagian besar tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Baca juga: China Tetapkan Mantan Diplomat Kanada Tersangka Kasus Mata-mata

Terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar 30.000 shekel atau sekitar Rp 118 juta dan masa hukuman percobaan selama 18 bulan.

Pengacara terdakwa, Kenneth Mann, mengajukan permohonan kepada pengadilan agar kliennya dapat menjalani masa hukumannya di Perancis.

Dikatakan Mann, hakim pengadilan setuju menjatuhkan hukuman yang lebih ringan dari tuntutan karena Franck telah menunjukkan penyesalan dan mengaku tindakannya dilakukan karena dirinya tertarik oleh uang, bukan karena solidaritas terhadap kelompok militan Palestina.

Selain itu terdakwa juga tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

"Ini adalah hal yang sangat, sangat sulit bagi seluruh keluarganya, namun mereka memahami bahwa ini adalah hukum dan mereka berharap putra mereka dapat kembali ke Perancis secepatnya," ujar Mann kepada AFP, usai persidangan.

Franck ditangkap pada Februari 2018 dan persidangan mulai digelar pada bulan berikutnya di pengadilan distrik di Kota Beersheba, Israel selatan.

Para petugas di Israel menyebut Franck bertindak sendiri tanpa sepengetahuan konsulat dan bahwa kasus ini tidak mempengaruhi hubungan diplomatik kedua negara.

Badan keamanan internal Israel, Shin Bet, mengatakan, terdakwa menerima bayaran senilai total sekitar 5.500 dollar AS (sekitar Rp 77 juta) untuk senjata yang diselundupkannya dengan bantuan beberapa warga Palestina.

Baca juga: Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Ditahan di Belgia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X