Kompas.com - 04/03/2019, 20:47 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - China menetapkan mantan diplomat Kanada Michael Kovrig sebagai tersangka kasus spionase dan mencuri rahasia negara.

Demikian laporan dari kantor berita resmi pemerintah China, Xinhua, seperti dikutip dari AFP, Senin (4/3/2019).

Kovrig telah ditahan di China bersama dengan pengusaha asal Kanada, Michael Spavor. Pihak berwenang menyebutkan, Spavor diduga sebagai salah satu sumber utama intelijen bagi Kovrig.

Baca juga: China Geram Kanada Mulai Proses Ekstradisi Petinggi Huawei ke AS

Keduanya ditahan pada Desember 2018. Namun, penangkapan mereka dipandang sebagai aksi pembalasan setelah otoritas Kanada menahan petinggi Huawei, Meng Wanzhou, atas permintaan AS.

Otoritas China sebelumnya menyatakan Kovrig dan Spavor diselidiki karena atas dugaan membahayakan keamanan nasional.

Sementara, tuduhan menjadi mata-mata di China bisa membuat mereka dijatuhi hukuman penjara yang berat.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai diplomat, Kovrig diketahui bekerja untuk organisasi think tank International Crisis Group.

Pihak berwenang China menyatakan, Kovrig sering masuk ke China menggunakan paspor non-diplomatik dan visa bisnis. Dia juga diklaim telah melakukan kegiatan intelijen sejak 2017.

"Pendekatan China tidak berbeda dengan negara-negara lain di dunia dalam menangani kasus-kasus seperti itu yang terkait keamanan nasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang.

Baca juga: Bakal Diekstradisi ke AS, Petinggi Huawei Tuntut Kanada

Beberapa anggota parlemen Kanada mengeluhkan tentang tidak adanya akses pengacara untuk Kovrig dan Spavor.

Penetapan tudingan terhadap Kovrig dilakukan selang tiga hari Kanada memulai proses ekstradisi Meng ke AS, yang memicu kemarahan China.

Meng akan dibawa ke pengadilan di Vancouver pada Rabu (6/3/2019). Seperti diketahui, AS menginginkannya untuk diadili karena didua melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.