Kompas.com - 04/03/2019, 20:47 WIB
Mantan diplomat Kanada Michael Kovrig dilaporkan ditahan otoritas China pada Senin (10/12/2018) di Beijing. (AFP/Julie David de Lossy/Crisis Group) Mantan diplomat Kanada Michael Kovrig dilaporkan ditahan otoritas China pada Senin (10/12/2018) di Beijing. (AFP/Julie David de Lossy/Crisis Group)

BEIJING, KOMPAS.com - China menetapkan mantan diplomat Kanada Michael Kovrig sebagai tersangka kasus spionase dan mencuri rahasia negara.

Demikian laporan dari kantor berita resmi pemerintah China, Xinhua, seperti dikutip dari AFP, Senin (4/3/2019).

Kovrig telah ditahan di China bersama dengan pengusaha asal Kanada, Michael Spavor. Pihak berwenang menyebutkan, Spavor diduga sebagai salah satu sumber utama intelijen bagi Kovrig.

Baca juga: China Geram Kanada Mulai Proses Ekstradisi Petinggi Huawei ke AS

Keduanya ditahan pada Desember 2018. Namun, penangkapan mereka dipandang sebagai aksi pembalasan setelah otoritas Kanada menahan petinggi Huawei, Meng Wanzhou, atas permintaan AS.

Otoritas China sebelumnya menyatakan Kovrig dan Spavor diselidiki karena atas dugaan membahayakan keamanan nasional.

Sementara, tuduhan menjadi mata-mata di China bisa membuat mereka dijatuhi hukuman penjara yang berat.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai diplomat, Kovrig diketahui bekerja untuk organisasi think tank International Crisis Group.

Pihak berwenang China menyatakan, Kovrig sering masuk ke China menggunakan paspor non-diplomatik dan visa bisnis. Dia juga diklaim telah melakukan kegiatan intelijen sejak 2017.

"Pendekatan China tidak berbeda dengan negara-negara lain di dunia dalam menangani kasus-kasus seperti itu yang terkait keamanan nasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang.

Baca juga: Bakal Diekstradisi ke AS, Petinggi Huawei Tuntut Kanada

Beberapa anggota parlemen Kanada mengeluhkan tentang tidak adanya akses pengacara untuk Kovrig dan Spavor.

Penetapan tudingan terhadap Kovrig dilakukan selang tiga hari Kanada memulai proses ekstradisi Meng ke AS, yang memicu kemarahan China.

Meng akan dibawa ke pengadilan di Vancouver pada Rabu (6/3/2019). Seperti diketahui, AS menginginkannya untuk diadili karena didua melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.