Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Ditahan di Belgia - Kompas.com

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Ditahan di Belgia

Kompas.com - 11/10/2018, 12:13 WIB
Ilustrasi bomShutterstock Ilustrasi bom

BRUSSEL, KOMPAS.com - Seorang diplomat Iran ditahan di Belgia karena dicurigai terlibat dalam rencana aksi pengeboman pada acara perkumpulan oposisi Iran di Perancis.

Melansir AFP, Rabu (11/10/2018), pelaku yang sebelumnya diidentifikasi sebagai Assadollah Assadi, telah diekstradisi ke Belgia dari Jerman.

Dia diduga menargetkan pertemuan tahunan Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) pada akhir Juni lalu di Paris.

Baca juga: Selama Masih Ada Iran, AS Tak Bakal Bantu Suriah

Pada 2 Juli 2018, Belgia mengumumkan otoritasnya telah berhasil menggagalkan rencana pengeboman tesebut.

Mereka kemudian meminta ekstradisi kedua Assadi dan seorang pria yang diidentifikasi sebagai Merhad A, yang ditahan di Paris.

Selanjutnya, Iran memanggil duta besar Jerman untuk memprotes ekstradisi yang dilakukan terhadap diplomatnya.

Deutsche Welle melaporkan, juru bicara Kemenlu Iran Bahram Ghasemi menyesalkan keputusan pengadilan Jerman, yang dianggapnya sebagai bagian konspirasi untuk memutuskan hubungan Eropa dan Iran.

"Kami menyangkal tuduhan dan dengan keras mengutuk penangkapan diplomat Iran dan menyerukan pembebasannya segera," demikian pernyataan Kemenlu Iran.

Namun, dia menolak untuk memberikan bukti lebih lanjut tentang dugaan plot seperti itu.

Baca juga: Teheran: Mustahil Arab Saudi Mampu Gantikan Pasokan Minyak Iran

Tiga warga negara Belgia asal Iran lainnya yang diduga merencanakan serangan itu juga telah ditangkap.

Mereka adalah suami istri yang ditahan pada juni lalu karena kedapatan memiliki 500 gram TATP, bahan peledak yang dirakit di rumah. Bahan kimia semacam itu dapay diperoleh dengan muda.

Kemudian, tersangka lainnya ditangkap di Paris pada awal Juli lalu dan dipindahkan ke Belgia.


Close Ads X