Gaji Pegawai China Bakal Dipotong jika Tak Unduh Aplikasi "Pemikiran Xi Jinping"

Kompas.com - 08/04/2019, 21:35 WIB
Presiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan Kongres Rakyat Nasional di Beijing, 20 Maret 2018. AFP / NICOLAS ASFOURIPresiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan Kongres Rakyat Nasional di Beijing, 20 Maret 2018.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China dilaporkan memerintahkan jutaan warganya untuk mengunduh aplikasi berisi pemikiran Presiden Xi Jinping.

Puluhan juta orang telah menggunakan aplikasi bernama "Studi Sebuah Negara Besar" (Xuexi Qiangguo), dilaporkan The Independent Senin (8/4/2019).

Aplikasi itu berisi video tentang kunjungan Xi ke luar negeri, serta diharuskan menjawab kuis mengenai kebijakan ekonomi sang presiden.

Baca juga: Trump Sebut Presiden Xi Jinping sebagai Raja China

Aplikasi yang bisa bernama "Studi tentang Xi (Xuexi)" itu dikembangkan raksasa teknologi China Alibaba, dan diluncurkan awal tahun ini.

Sejak kemunculannya, Xuexi dikabarkan menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh dengan 100 juta pengguna, mengalahkan WeChat maupun TikTok.

Kritik pun berkembang bahwa popularitas Xuexi bisa terdongkrak karena tekanan dari Partai Komunis China yang bakal menghukum warga jika tak mengunduh.

Ribuan pejabat partai komunis seantero China telah diperintahkan agar memastikan seluruh pengguna ponsel telah menggunakan aplikasi tersebut.

Banyak perusahaan memaksa pegawainya untuk menyertakan potongan gambar artikel apa yang mereka baca setiap hari untuk mengetahui sesering apa mereka memakainya.

Gaji si pegawai bakal dipotong jika diketahui mereka tidak sering menggunakan aplikasi. Sementara siswa bakal diejek jika nilai kuisnya rendah.

"Ini adalah contoh bagus propaganda di era Xi yang menyasar pengguna internet," ujar pakar Manya Koetse kepada AFP Februari lalu.

Aplikasi tersebut sering dibandingkan dengan "Buku Merah Kecil" milik Mao Zedong yang sempat populer pada saat Revolusi Budaya 1960-1970 silam.

"Dia menggunakan media daring untuk memperkuat kesetiaan kepadanya," kata analis politik Wu Qiang saat dikonfirmasi New York Times.

Teori politik sang presiden, dikenal juga dengan Pemikiran Xi Jinping, secara resmi menjadi Konstitusi Partai Komunis China pada 2017.

Xi dianggap sebagai salah satu pemimpin besar China setelah Mao dan berpotensi memimpin seumur hidup setelah batas dua periode masa jabatan presiden dihapus tahun lalu.

Baca juga: Kritik Presiden Xi Jinping Terang-terangan, Profesor di China Ini Dihukum

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X