Pakistan Tuduh India Rencanakan Agresi Militer pada Pertengahan April

Kompas.com - 07/04/2019, 20:45 WIB
Gambar yang diambil pada 12 Juni 2015 memperlihatkan seorang tentara India berjaga di pos keamanan perbatasan Kashmir dengan Pakistan. ShutterstockGambar yang diambil pada 12 Juni 2015 memperlihatkan seorang tentara India berjaga di pos keamanan perbatasan Kashmir dengan Pakistan.

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pakistan melalui Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi menuduh India tengah mempersiapkan serangan militer pada pertengahan April ini.

Relasi antara dua negara tetangga di Asia Selatan itu memburuk sejak serangan bom bunuh diri di kawasan Kashmir pada Februari lalu.

Serangan yang menewaskan 40 anggota paramiliter India itu diklaim oleh kelompok Jaish-e-Mohammed (JeM) yang berbasis di Pakistan.

Baca juga: Pakistan Akui Pakai F-16 saat Pertempuran Udara Lawan India

Pakistan telah membantah serangan itu dengan Perdana Menteri Imrah Khan menawarkan investigasi jika India bisa memberikan bukti valid.

Kepada awak media di kota Multan, Qureshi berkata pemerintah sudah mendapat info intelijen agresi militer bakal terjadi antara 16 atau 20 April.

Diwartakan AFP Minggu (7/4/2019), para duta besar dari anggota Dewan Keamanan PBB di Islamabad sudah mendapat pemberitahuan dua hari sebelumnya.

"Saya mengatakannya dengan penuh tanggung jawab. Saya sadar jika setiap perkataan saya bakal menjadi tajuk utama media internasional," terang Qureshi.

Reuters memberitakan, Qureshi tidak memberi bukti apa yang diperoleh Pakistan, atau bagaimana dia bisa spesifik mengenai tanggal serangan.

Dia hanya menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Khan, di mana sang perdana menteri setuju jika informasi itu dibagikan kepada publik.

Qureshi menyatakan agresi militer yang sudah tersusun rapi itu bertujuan untuk meningkatkan tekanan diplomatik kepada Pakistan.

Kementerian Luar Negeri India tidak memberikan jawaban ketika Reuters berusaha meminta konfirmasi melalui surel atas klaim Pakistan tersebut.

Khan menyalahkan Partai Bharatiya Janata (BJP) selaku partai penguasa karena sudah menyebarkan "histeria perang" atas klaim menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan.

Kawasan Kashmir menjadi sumber perseteruan dua negara sejak memerdekakan diri dari pemerintah kolonial Inggris pada 1947 silam.

Kedua negara mengklaim teritori Himalaya itu secara penuh, dan terlibat dalam dua perang besar dalam upaya memperebutkannya.

Baca juga: Jet Tempur India Cegat Empat F-16 Pakistan di Perbatasan



Sumber Reuters,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X