Kompas.com - 02/04/2019, 18:03 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Angkatan Udara Pakistan mengakui telah menggunakan jet tempur F-16 buatan AS dalam pertempuran udara melawan India pada 27 Februari lalu.

Pengakuan itu bertentangan dengan pernyataan Islamabad sebelumnya, yang mengatakan bahwa mereka tidak mengirim F-16 dalam pertempuran yang memicu penutupan wilayah udara Pakistan itu.

Kendati demikian, Pakistan beralasan bahwa Islamabad memiliki hak untuk menggunakan apa pun dan segala sesuatu dalam upaya pertahanan diri.

Juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor, mengatakan bahwa tidak penting untuk membahas apakah F-16 atau JF-17 yang digunakan Pakistan dalam menembak jatuh dua pesawat tempur India.

Baca juga: AS Selidiki Kabar Pakistan Gunakan F-16 untuk Tembak Jatuh Jet Tempur India

"Bahkan jika F-16 telah digunakan saat itu, Angkatan Udara Pakistan menerbangkan jet tempurnya, termasuk F-16, faktanya tetap bahwa kami telah menembak jatuh dua jet India untuk membela diri."

"India dapat berasumsi jenis apa pun sesuai pilihan mereka, bahkan F-16. Pakistan memiliki hak untuk menggunakan apa saja dan segala sesuatu yang dimiliki dalam pembelaan diri yang sah," ujar juru bicara dalam pernyataannya.

Ghafoor juga menolak bahwa F-16 telah ditembak jatuh oleh Angkatan Udara India dalam pertempuran.

Sebelumnya, AS mengatakan menggelar penyelidikan untuk mencari kebenaran kabar tentang penggunaan F-16 oleh Angkatan Udara Pakistan untuk menembak jatuh jet tempur India.

Washington mengatakan, jika terbukti benar bahwa Pakistan telah menggunakan armada F-16 dalam konflik dengan India, maka ada kemungkinan Islamabad telah melanggar perjanjian dalam kontrak pembelian jet tempur itu.

Saat itu, Islamabad membantah penggunaan F-16 dalam menembak jatuh jet tempur MiG-21 milik Angkatan Udara India.

Pertempuran udara melawan India pada 27 Februari lalu menyusul langkah India yang melancarkan serangan ke markas organisasi militan Jaish-e-Mohammad.

Kelompok itu sebelumnya mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam serangan teror bom bunuh diri di Pulwama, Jammu dan Kashmir, yang menewaskan 40 anggota paramiliter India, pada 14 Februari.

Baca juga: Jet Tempur India Cegat Empat F-16 Pakistan di Perbatasan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.