Kompas.com - 05/04/2019, 13:41 WIB
Jenderal Khalifa Haftar. Komandan yang memimpin Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di Tobruk. AFP/Abdullah DomaJenderal Khalifa Haftar. Komandan yang memimpin Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di Tobruk.

TRIPOLI, KOMPAS.com - Seorang jenderal yang dianggap sebagai pembangkang di Libya dilaporkan telah merilis pernyataan yang meningkatkan ketegangan di negara itu.

Field Marshal (jenderal bintang lima) Khalifa Haftar, Panglima Tentara Nasional Libya (LNA) memerintahkan prajuritnya untuk bergerak ke ibu kota Tripoli.

Dalam rekaman suara yang diunggah di Facebook LNA, Haftar menggambarkan bala tentaranya bakal melakukan "pawai kemenangan" ke Tripoli.

Baca juga: Kuburan Massal Berisi 75 Jenazah Ditemukan di Libya

Dilaporkan Al Jazeera Jumat (5/4/2019), Haftar menyebut pasukan LNA "menggetarkan tanah yang diinjak oleh orang-orang yang tidak adil".

"Kami datang Tripoli, kami datang," kata Haftar yang menambahkan dia memerintahkan pasukan untuk memasuki ibu kota dalam damai.

Dia menegaskan pasukan LNA hanya akan mengacungkan senjata kepada mereka yang lebih mementingkan ketidakadilan dan sengaja menyulut konflik.

Haftar berkata dia menginstruksikan pasukannya untuk tidak menembaki warga sipil. "Mereka yang meletakkan senjata atau menyerah tak bakal disakiti," bebernya.

Segera setelah pengumuman itu juru bicara LNA mengatakan pasukan mereka sudah bergerak dari beberapa titik menuju Tripoli.

Terdapat sebuah kabar yang menyatakan, seperti dilansir BBC, bahwa pasukan Haftar telah memasuki Gharyan, 100 km di selatan ibu kota.

LNA menyatakan telah merebut Gharyan. Namun terdapat kabar dua prajuritnya terluka dalam pertempuran yang terjadi di sana.

Negara yang kaya akan minyak, Libya pernah mengalami dua kali perang saudara. Pertama terjadi pada 2011 ketika penggulingan Muammar Gaddafi.

Sejak Gaddafi digulingkan dalam upaya yang didukung Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) itu, Libya mempunyai dua pemerintahan rival.

Satu adalah Dewan Perwakilan yang berbasis di Tobruk dan dipimpin oleh Haftar. Satunya adalah pemerintahan yang diakui internasional dan berbasis di Tripoli.

Baca juga: Direkrut Jadi Tentara, 500.000 Anak-anak Libya Terancam Bahaya

Kemudian pada 2014 hingga saat ini, Libya kembali diguncang konflik sipil. Kali ini memecah negara di Afrika Utara itu menjadi empat faksi.

Sementara itu, otoritas keagamaan tertinggi Libya meminta penduduk turun ke jalan dan menentang rencana Haftar merebut ibu kota.

"Penduduk Libya harus berdiri dan mencegah kejahatan terhadap kemanusiaan seperti di Derna dan Beghazi," kata Mufti Besar Sadiq al-Ghariani.

Haftar membantu Kolonel Gaddafi merebut kekuasaan pada 1969. Sempat mengasingkan diri ke AS pada 2011, dia kembali saat perang sipil pertama terjadi.

Haftar sempat bertemu Perdana Menteri Fayez Seraj yang didukung PBB. Namun dia menolak dan menjadi jenderal pemberontak.

Baca juga: Milisi Libya Jual Seorang Anggota ISIS Buronan Inggris Rp 15 Miliar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X