Kompas.com - 10/10/2018, 22:11 WIB
Sisa-sisa kehancuran akibat serangan yang dilancarkan melawan ISIS di distrik Al-Giza Al-Bahriya di Sirte, Libya. Foto diambil pada Desember 2016. AFP / MAHMUD TURKIASisa-sisa kehancuran akibat serangan yang dilancarkan melawan ISIS di distrik Al-Giza Al-Bahriya di Sirte, Libya. Foto diambil pada Desember 2016.

SIRTE, KOMPAS.com - Sebuah kuburan massal ditemukan di dekat bekas benteng kelompok militan di Libya barat. Diperkirakan ada sekitar 75 jenazah yang dimakamkan di kuburan tersebut.

Disampaikan juru bicara dewan kota Sirte, Mohamad al-Amial, kuburan massal itu ditemukan di kawasan pertanian Al-Daheir di wilayah barat kota.

"Sebanyak 75 jenazah yang telah membusuk ditemukan di dalam kuburan," kata al-Amial kepada AFP, Rabu (10/10/2018).

"Pembongkaran kuburan massal telah dilakukan dengan disaksikan oleh jaksa penuntut umum, pasukan keamanan kota Sirte dan organisasi Bulan Sabit Merah," tambahnya.

Baca juga: Milisi Libya Jual Seorang Anggota ISIS Buronan Inggris Rp 15 Miliar

Menurut al-Amial, penemuan kuburan massal tersebut telah dilakukan beberapa hari lalu dan diyakini puluhan jenazah yang berada di dalamnya merupakan anggota dari kelompok ISIS. Namun demikian, tidak ada konfirmasi atas pernyataan tersebut.

Kelompok ISIS telah menyerbu Kota Sirte di Libya, sekitar 600 kilometer arah timur Tripoli, pada Juni 2015.

Pasukan pemerintah bersatu yang didukung PBB telah berhasil mengusir ISIS dari kota di pesisir pantai tersebut pada Desember 2016, setelah melalui pertempuran mematikan selama delapan bulan.

Sisa-sisa dari kelompok ISIS di Libya telah mundur ke pos-pos yang ada di gurun.

Meski telah terusir dari Libya, sisa sel-sel ISIS telah mengklaim sejumlah serangan di negara itu, salah satunya serangan bunuh diri September lalu di markas besar perusahaan minyak nasional di Tripoli yang menewaskan dua orang.

ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Mei lalu yang menargetkan komisi pemilihan negara dan menewaskan 14 orang.

ISIS dianggap telah mengambil keuntungan dari kekerasan yang terjadi di Libya setelah penggulingan diktator Moamer Gadhafi oleh pasukan NATO pada 2011.

Baca juga: Direkrut Jadi Tentara, 500.000 Anak-anak Libya Terancam Bahaya

.

.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X