Direkrut Jadi Tentara, 500.000 Anak-anak Libya Terancam Bahaya

Kompas.com - 26/09/2018, 17:59 WIB
Anggota milisi yang setia pada pemerintah nasional bersiap di atas kendaraan yang dipasangi senjata berat, di Tripoli. AFP / MAHMUD TURKIAAnggota milisi yang setia pada pemerintah nasional bersiap di atas kendaraan yang dipasangi senjata berat, di Tripoli.

TRIPOLI, KOMPAS.com - Hingga setengah juta anak-anak di Libya kini berada dalam ancaman bahaya langsung karena terlibat langsung dalam pertempuran.

Disampaikan Kementerian Kesehatan Libya, bentrokan yang terjadi antara kelompok milisi di ibu kota Tripoli yang terjadi sejak akhir Agustus lalu, telah menewaskan hingga setidaknya 115 orang dan melukai hampir 400 orang.

Sementara menurut Badan Pendanaan Anak-anak PBB, UNICEF, pada Senin (24/9/2018), lebih dari 1.200 keluarga telah dipaksa mengungsi dalam 48 jam terakhir akibat bentrokan yang meningkat di Tripoli selatan.

Jumlah tersebut membawa total penduduk yang kini telantar akibat bentrokan antarkelompok milisi telah mencapai lebih dari 25.000 orang, dengan separuhnya masih berusia anak-anak.

Baca juga: Milisi Libya Jual Seorang Anggota ISIS Buronan Inggris Rp 15 Miliar

"Lebih banyak anak-anak dilaporkan telah direkrut untuk bertempur, menempatkan mereka dalam bahaya langsung. Setidaknya sudah ada satu anak yang terbunuh akibat perekrutan ini," kata direktur UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Geert Cappelaere.

UNICEF turut menyebut semakin banyaknya sekolah yang digunakan sebagai tempat perlindungan bagi keluarga yang mengungsi. Kondisi ini menyebabkan dimulainya tahun ajaran baru kemungkinan akan tertunda.

Bentrokan antarkelompok milisi di Libya juga telah membawa penduduk kepada keterbatasan pangan, listrik dan air. Situasi tersebut semakin memperburuk nasib para migran.

"Ratusan pengungsi dan migran yang ditahan, termasuk anak-anak, terpaksa pindah akibat kekerasan. Sementara lainnya menjadi terdampar di tengah kondisi memprihatinkan," tambah Cappelaere, dilansir AFP.

PBB telah berupaya mengatasi situasi konflik dengan menengahi diberlakukannya gencatan senjata pada 4 September lalu, namun konflik kembali pecah di distrik-distrik selatan ibu kota.

Bentrokan yang terjadi di Tripoli adalah antara kelompok milisi bersenjata dari Tarhuna dan Misrata dengan milisi di Tripoli, yang dikendalikan oleh pemerintah persatuan yang didukung PBB.

Sebagai ibu kota, Tripoli telah menjadi pusat perebutan pengaruh dan kekuasaan antara kelompok bersenjata sejak digulingkannya diktator Moamer Kadhafi pada 2011.

Pemerintah persatuan negara telah berjuang untuk menggunakan kendalinya dalam menghadapi banyak milisi maupun pemerintahan lawan yang berbasis di Libya timur.

Baca juga: Kerusuhan di Libya, 400 Tahanan Melarikan Diri dari Penjara

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X