Rusia Bakal Larang Warganya Gunakan Rumah Tinggal untuk Penginapan

Kompas.com - 04/04/2019, 23:33 WIB
Kota Saint Peterburg, Rusia. SHUTTERSTOCKKota Saint Peterburg, Rusia.

MOSKWA, KOMPAS.com - Anggota parlemen Rusia, pada Kamis (4/4/2019), memutuskan untuk menyetujui Rancangan Undang-Undang ( RUU) yang melarang penggunaan bangunan tempat tinggal sebagai penginapan dan hostel.

Para pakar melihat RUU tersebut bakal berdampak besar dalam bisnis pariwisata di negara tersebut, terlebih bagi para wisatawan dengan anggaran terbatas.

"Duma (Parlemen) Rusia telah memilih untuk mendukung larangan menggunakan ruang perumahan di gedung apartemen untuk layanan hotel," tulis situs resmi majelis rendah parlemen Rusia, seperti dikutip AFP.

Baca juga: Saint Petersburg, Pusat Kebudayaan dan Kota Tercantik di Rusia

Rancangan Undang-Undang ditunda penerapannya hingga setelah musim panas, yakni pada 1 Oktober mendatang.

Di Rusia, hostel maupun wisma tinggal banyak ditemui di bangunan-bangunan tempat tinggal yang ada di pusat kota.

Anggota parlemen mendukung pelarangan itu karena beranggapan bahwa pemanfaatan rumah tinggal sebagai penginapan akan melanggar hak-hak warga lain di sekitarnya.

Keberadaan fasilitas hostel maupun wisma tinggal saat ini semakin sulit untuk dilegalkan dengan persyaratan yang ketat, di antaranya harus menyediakan pintu masuk yang terpisah, alarm kebakaran, dinding kedap suara, serta sanitasi yang layak.

Pelarangan sesuai dalam RUU tersebut diperkirakan bakal merugikan pariwisata, terutama di Saint-Petersburg, di mana 80 persen hostel maupun wisma tinggal berada di bangunan tempat tinggal. Demikian disampaikan ketua asosiasi liga hostel Rusia, Yevgeny Nasonov.

"Beberapa dari layanan hostel dan wisma tinggal itu pasti akan ditutup. Dan pada akhirnya akan turut berdampak pada konsumen, wisatawan, dan tentunya harga," katanya kepada AFP.

RUU tersebut kini menunggu persetujuan dari majelis tinggi, dewan federasi, serta tanda tangan dari Presiden Vladimir Putin.

Baca juga: Saint Petersburg, Destinasi Terkemuka di Eropa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X