Pelaku Teror Selandia Baru Disebut Jadi Donatur Kelompok Sayap Kanan Eropa

Kompas.com - 04/04/2019, 19:59 WIB
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. POOL New via Sky NewsBrenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Teroris pelaku penembakan di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan hingga 50 orang disebut beberapa kali memberi sumbangan untuk aktivis sayap kanan di Eropa yang dikenal anti-imigrasi.

Diberitakan surat kabar harian Austria, Der Standard, Kamis (4/4/2019), pelaku yang akan menghadapi 50 dakwaan pembunuhan dalam persidangan pada minggu ini itu telah memberikan donasi pada 2017 dan 2018

Informasi tersebut disampaikan sumber keamanan dari Jerman dan Austria yang mengetahui perkembangan proses penyelidikan terhadap Brenton Tarrant.

Dilansir AFP, teroris asal Australia itu disebut telah membuat empat kali sumbangan dengan total donasi mencapai 2.200 euro atau sekitar Rp 34 juta.

Sumber yang dikutip surat kabar menyebutkan bahwa uang itu dikirimkan ke kelompok Generation Identitaire di Perancis.

Baca juga: Teroris Penembak Masjid di Selandia Baru Hadapi 50 Dakwaan Pembunuhan

Kendati demikian, intelijen domestik Austria masih menyelidiki apakah jumlah tersebut dikirimkan kepada kelompok itu di satu negara, atau juga ke cabang di negara lain.

Sementara pada 2018, Tarrant disebut juga menyumbang senilai 1.500 euro (sekitar Rp 23 juta) untuk Martin Sellner, pemimpin Gerakan Identiter Austria (IBOe).

Pekan lalu, petugas menggerebek apartemen milik Sellner usai mengetahui informasi sumbangan itu dan telah diakuinya. Namun dia membantah telah berhubungan dengan pelaku.

Pemerintah Austria kini tengah menyelidiki apakah IBOe merupakan organisasi teroris dan mengancam dapat membubarkannya.

Tindakan serupa juga dilakukan pemerintah Perancis yang mengancam akan membubarkan kelompok Generation Identitaire di negara itu apabila terbukti melakukan aksi anti-imigrasi.

Tarrant, yang diketahui kerap melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama Eropa, disebut memperoleh uang melalui transaksi mata uang kripto dan dapat mengumpulkan hingga 200.000 dollar Australia (sekitar Rp 201 juta).

Sebelumnya diberitakan, pelaku teror Selandia Baru diancam dakwaan 50 pembunuhan dan 39 dakwaan percobaan pembunuhan.

Persidangan pembacaan dakwaan akan digelar Jumat (5/4/2019) dan akan menghadirkan terdakwa melalui telekonferensi video.

Baca juga: Unggah Komentar Mendukung Teror Selandia Baru, Pria Ini Dilarang Pakai Internet

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X