Kompas.com - 02/04/2019, 23:55 WIB
Chad Rolf Vinzelberg (37) dilarang menggunakan internet setelah mengunggah komentar mendukung aksi teror Selandia Baru. ABC NEWSChad Rolf Vinzelberg (37) dilarang menggunakan internet setelah mengunggah komentar mendukung aksi teror Selandia Baru.

ADELAIDE, KOMPAS.com - Seorang pria Adelaide, yang didakwa setelah mengunggah komentar mendukung serangan teroris di Christchurch, Selandia Baru, akhirnya resmi tak diizinkan untuk menggunakan internet.

Chad Rolf Vinzelberg (37) dituduh memiliki senjata api tanpa izin dan empat tuduhan lainnya atas kepemilikan senjata yang dilarang setelah polisi menggeledah rumahnya di pinggiran utara kota Adelaide bulan lalu.

Penggeledahan oleh polisi itu dipicu oleh serangkaian komentar yang diduga diunggah Vinzelberg di media sosial yang mendukung pembantaian di Christchurch dan memuji para teroris yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca juga: Pasca-penembakan di Selandia Baru, Facebook Perketat Siaran “Live”

Pengadilan Magistrasi Adelaide mengungkap, foto profil daringnya menunjukkan Vinzelberg memegang senjata dan selama pencarian, polisi menemukan senjata api berisi peluru di bawah kasurnya, serta tongkat yang bisa dipanjangkan dan dua pisau lipat.

Senjata palu gada abad pertengahan dan panah otomatis juga turut ditemukan di rumahnya.

Vinzelberg diberikan jaminan selama sidang pengadilan pertamanya dengan syarat dia tidak akan menggunakan internet.

Pada Selasa (2//4/2019), ia mewakili dirinya sendiri di persidangan dan meminta pengadilan untuk mengubah persyaratan itu.

Dia mengatakan, dirinya menjalankan "bisnis pertukangan" tetapi juga mengklaim telah kehilangan pekerjaannya.

"Saya benar-benar membutuhkan internet untuk mencari pekerjaan karena media telah memberitakan kejadian ini, mereka telah membuat tuduhan dan saya telah kehilangan pekerjaan saya karenanya," kata Vinzelberg.

"Saya satu-satunya orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, saya punya istri dan tiga anak serta cicilan rumah."

Hakim Brett Dixon menolak untuk mengabulkan permintaan itu.

Dalam persidangan sebelumnya, polisi mengatakan Vinzelberg benar-benar mengkhawatirkan keselamatan masyarakat dan bahwa pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap perangkat lain yang ditemukan di rumahnya.

Pengacaranya pada kesempatan itu mengatakan kepada pengadilan bahwa barang-barang itu hiasan dan dipajang di "tempat penyimpanan pribadi" kliennya.

Vinzelberg tidak didakwa sehubungan dengan dugaan materi yang diunggah ke internet. Kasus ini akan kembali disidangkan di pengadilan pada bulan Desember.

Baca juga: Teroris di Selandia Baru Sempat Unggah Foto Masjid Al Noor di Facebook 2 Hari Sebelum Serangan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X