Dua Penyintas Topan Idai di Zimbabwe Tewas Ditabrak Truk Tentara

Kompas.com - 29/03/2019, 20:41 WIB
Seorang pria di tengah rumah yang hancur akibat terjangan topan Idai di Chimanimani, Zimbabwe, Selasa (19/3/2019). Ratusan orang tewas dan lainnya hilang di Mozambik dan Zimbabwe setelah topan Idai membawa serta banjir bandang dan angin kencang, 17 Maret lalu. AFP/ZINYANGE AUNTONYSeorang pria di tengah rumah yang hancur akibat terjangan topan Idai di Chimanimani, Zimbabwe, Selasa (19/3/2019). Ratusan orang tewas dan lainnya hilang di Mozambik dan Zimbabwe setelah topan Idai membawa serta banjir bandang dan angin kencang, 17 Maret lalu.

HARARE, KOMPAS.com - Dampak dari terjangan topan Idai yang melanda Zimbabwe membuat sebagian penduduk harus mengungsi.

Diwartakan kantor berita AFP, Jumat (29/3/2019), dua penyintas insiden itu meninggal dunia karena ditabrak truk tentara yang mengirimkan bantuan makanan.

Ada 11 korban luka dalam kecelakaan yang terjadi ketika kerumunan orang sedang menunggu bantuan.

Baca juga: Bantu Korban Bencana, Nenek Ini Dapat Rumah dari Miliarder Zimbabwe

Juru bicara provinsi pasukan pertahanan Exavier Chibasa, musibah itu terjadi di Skyline di distrik Chimanimani.

"Rem kendaraan blong saat melintasi kemiringan yang curam. Ada orang yang duduk di sisi jalan," katanya.

"Sayangnya, dua dari mereka menjadi korban dan kehilangan nyawa. Sekitar 11 lainnya terluka tetapi tidak serius," ujarnya.

Hujan deras yang menyebabkan banjir dan tanah longsor merusak ratusan rumah, jalan dan jembatan di distrik Chimanimani dan Chipinge.

Satu sekolah kehilangan 30 murid dan beberapa anggota staf, sementara sebuah gereja setempat kehilangan seperempat jemaatnya.

Seperti diketahui, tentara dikerahkan membantu pengangkutan dan pembagian makanan, serta bantuan lainnya yang disumbangkan kepada para korban Topan Idai.

Baca juga: Ratusan Ribu Orang di Mozambik dan Zimbabwe Menunggu Diselamatkan

Badai itu berdampak pada 270.000 orang dan merenggut 185 nyawa di Zimbabwe, sementara lebih dari 200 orang lainnya hilang.

Di negara tetangga itu, Mozambik, setidaknya 493 orang tewas dan 1,85 juta orang kini harus merasakan dampak dari topan dahsyat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X