Bantu Korban Bencana, Nenek Ini Dapat Rumah dari Miliarder Zimbabwe

Kompas.com - 29/03/2019, 13:47 WIB
Foto Plexades Dilon (71) dengan karung penuh barang bantuan di kepalanya yang menyentuh hati orang terkaya di Zimbabwe.CNN/Highland Presbyterian Church Foto Plexades Dilon (71) dengan karung penuh barang bantuan di kepalanya yang menyentuh hati orang terkaya di Zimbabwe.

HARARE, KOMPAS.com - Aksi seorang perempuan tua berusia 71 tahun yang berjalan berkilo-kilo meter membawa pakaian dan barang-barang lain untuk korban topan Idai menarik perhatian orang terkaya di Zimbabwe.

Plaxedes Dilon, nama perempuan tua itu, mendapat banyak pujian setelah sambil berjalan kaki membawa bantuan ke gereja Highland Presbyterian di Harare.

Di tempat itulah para relawan berkumpul untuk mengendalikan upaya penanggulangan bencana dan bantuan untuk ribuan korban topan Idai yang menghantam belum lama ini.

Baca juga: Ratusan Ribu Orang di Mozambik dan Zimbabwe Menunggu Diselamatkan

Gereja itu mengunggah foto Dilon dengan satu karung besar berisi barang bantuan untuk korban bencana di kepalanya.

Aksi Dilon itu ternyata menyentuh hati orang terkaya di Zimbabwe Strive Masiyiwa yang berjanji akan membangun rumah untuk perempuan tua itu di mana pun dia inginkan.

Masiyiwa juga berjanji akan memberikan uang 1.000 dolar AS atau sekitar Rp 14 juta sebulan untuk Dilon.

"Apa yang dia lakukan adalah sebuah tindakan paling mulia yang pernah saya saksikan," kata Masiyiwa lewat akun Fcebooknya.

"Saat semua ini sudah berakhir, saya akan mencarinya lalu mengundangnya untuk bertemu saya, jika memungkinkan," tambah Masiyiwa.

"Lalu saya akan berdoa bersama dia! Dan, saya akan membangunkan rumah untuknya di mana pun dia mau di Zimbabwe! Rumah itu akan memiliki listrik tenaga matahari dan air bersih," tambah dia.

Dilon memberikan pakaian yang sebenarnya merupakan barang dagangannya sehari-hari setelah dia mendengar kabar banyak orang menjadi korban bencana.

"Saya langsung membungkus pakaian dan jaket yang saya beli untuk dijual kembali. Saya kemudian membawa pakaian itu di pagi berikutnya," kata Dilon kepada ZimLive.

Masiyiwa, yang perusahaannya memimpin upaya penanggulangan bencana di wilayah timur dan selatan Zimbabwe, mengatakan, tindakan yang dilakukan Dilon sungguh menyentuh hatinya.

Baca juga: Ratusan Tewas, Mozambik dan Zimbabwe Luluh Lantak Diterjang Topan Idai

"Saya mengagumi orang-orang yang langsung beraksi di saat krisis. Tuhan memberkatimu jika kaluan langsung bergerak seperti yang dia lakukan. Ini bukan tentang seberapa banyak yang kita punya," kata Masiyiwa.

Bantuan dari berbagai negara dan organisasi kemanusiaan di seluruh dunia kini sudah mengalir untuk korban topan Idai di Zimbabwe, Malawi, dan Mozambique.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X