Ribuan Orang Disebut Masih Ada di Benteng Terakhir ISIS, SDF Bingung

Kompas.com - 17/03/2019, 20:50 WIB
Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). (AFP/Delil Souleiman) Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). (AFP/Delil Souleiman)

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Ribuan orang diyakini masih berada di dalam wilayah kekuasaan terakhir ISIS di Suriah timur, menjadi penghambat dalam operasi terakhir yang dilancarkan pasukan Kurdi Suriah untuk menghancurkan kelompok teroris itu.

Namun tidak adanya laporan pasti mengenai sisa orang di benteng pertahanan terakhir ISIS membuat Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) yang dipimpin Kurdi, bingung.

SDF yang didukung AS telah berusaha mengusir para sisa-sisa kekuatan ISIS dari pertahanan gurun mereka di desa Baghouz, yang dekat dengan perbatasan Irak sejak Januari lalu.

Pada saat itu, Komandan Utama SDF, Mazloum Kobani, sempat berujar bahwa operasi serangan terakhir akan memakan waktu satu bulan. Namun hingga bulan Maret, pertempuran masih berlanjut.

Selama masa itu, ribuan orang, termasuk wanita dan anak-anak, serta sejumlah yang diduga anggota ISIS, telah keluar dari desa Baghouz dan menyerahkan diri ke pasukan Kurdi Suriah.

Baca juga: Malam Digempur Habis, Paginya 1.300 Anggota ISIS Keluar untuk Menyerah

Namun SDF kembali dibingungkan dengan pengakuan mereka yang telah keluar tentang jumlah orang yang masih ada di dalam desa, karena jumlah yang mereka katakan selalu berbeda-beda.

"Kelompok terbaru yang keluar dari kantong di desa Baghouz mengatakan sekitar 5.000 orang masih bersembunyi di dalam," kata juru bicara SDF, Kino Gabriel, Minggu (17/3/2019).

Akan tetapi dia memperingatkan bahwa SDF belum dapat menverifikasi angka itu.

"Mereka yang melarikan diri dari wilayah kantong sebelumnya melaporkan angka yang sangat tidak konsisten mengenai jumlah orang yang masih berada di dalam, mulai dari ribuan sampai hanya beberapa ratus," ujarnya, dikutip AFP.

Gabriel menambahkan, saat ini dirinya tidak bisa memprediksi kapan operasi akan berakhir, tetapi memperkirakan kemungkinan masih diperlukan beberapa hari lagi sebelum ISIS dapat sepenuhnya diusir dari wilayah kantong terakhirnya.

"Saya berharap tidak akan memakan waktu lebih dari beberapa hari, tetapi itu perkiraan pribadi saya," ujarnya.

Gabriel menyebutkan, hampir 30.000 anggota ISIS dan keluarga mereka menyerahkan diri kepada pasukan Suriah sejak 9 Januari lalu, termasuk lebih dari 5.000 anggota tempur ISIS.

Jumlah tersebut masih ditambah dengan 34.000 warga sipil yang telah dievakuasi dari benteng ISIS selama periode yang sama.

Di luar Baghouz, diyakini esl-sel tidur ISIS masih tersisa di gurun Badia yang luas di Suriah timur.

Baca juga: ISIS Gunakan Bom Bunuh Diri untuk Hukum Anggota Mereka yang Menyerah


Terkini Lainnya


Close Ads X