Kompas.com - 08/03/2019, 20:20 WIB
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. AFP/MOHAMMED AL-SHAIKHJurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

JENEWA, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi harus menghadapi kecaman dari 36 negara di forum Dewan HAM PBB atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Diwartakan kantor berita AFP, Kamis (7/3/2019), sebuah pernyataan yang dibacakan oleh duta besar Islandia, sebagai perwakilan kelompok negara, menyatakan keprihatinan tentang pelanggaran Saudi.

Selain itu, mereka menuntut keadilan atas pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Turki pada tahun lalu.

Baca juga: Jenazah Khashoggi Diduga Dibakar di Dalam Oven Rumah Konjen Saudi

"Investigasi atas pembunuhan itu harus cepat, efektif, dan menyeluruh, independen, tidak memihak, serta transparan," kata Duta Besar Islandia untuk PBB, Harald Aspelund.

"Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," ujarnya.

Selain itu, seruan tersebut juga meminta pihak berwenang Saudi mengungkap semua informasi yang tersedia tentang penyelidikan pembunuhan Khashoggi.

Pernyataan di Dewan HAM PBB didukung oleh negara-negara Uni Eropa bersama dengan Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Human Rights Watch (HRW) menyatakan, pernyataan tersebut merupakan aksi kolektif pertama di dewan kepada Saudi.

Direktur HRW di Jenewa John Fisher menyebut kecaman bersama itu merupakan langkah penting menuju keadilan. Dia mendesak lebih banyak pengawasan terhadap Saudi.

Menanggapi hal itu, Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdulaziz Alwasil mengutuk terbitnya pernyataan bersama yang dinilai bermotivasi politik.

"Intervensi dalam urusan dalam negeri dengan kedok membela HAM sebenarnya merupakan serangan terhadap kedaulatan kita," tuturnya.

Baca juga: Erdogan: Turki Belum Ungkap Semua Informasi soal Kasus Khashoggi

Seperti diketahui, Khashoggi merupakan kolumnis Washington Post dan dikenal sebagai pengkritik Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Dia dubunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Otoritas Saudi awalnya mengklaim tidak mengetahui nasibnya.

Kemudian, pihak berwenang negara itu menghukum 11 orang atas pembunuhan Khashoggi.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X