Penasihat Keamanan Nasional AS Tolak Sebut Pertemuan Kedua Trump-Kim Gagal

Kompas.com - 04/03/2019, 13:09 WIB
Penasihat keamanan Gedung Putih, John Bolton. AFP/YURI KADOBNOVPenasihat keamanan Gedung Putih, John Bolton.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pertemuan kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, berakhir tanpa kesepakatan.

Meski demikian, penasihat keamanan nasional AS John Bolton menolak apabila pertemuan puncak yang digelar pada 27-28 Februari lalu itu disebut telah gagal.

Trump kembali bertemu dengan Kim Jong Un sekitar delapan bulan usai pertemuan pertama mereka di Singapura.

Pertemuan bersejarah yang berlangsung di Singapura tahun lalu itu menghasilkan kesepakatan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, meski tanpa kejelasan lebih lanjut tentang tata cara maupun batas waktu pelaksanaannya.

Baca juga: Menjaga Pertemuan Trump - Kim Jong Un Sangat Melelahkan

Maka dari itu banyak pihak yang mengharapkan adanya kelanjutan dari kesepakatan di Singapura saat keduanya kembali bertemu di Vietnam.

Namun pada kenyataannya pertemuan kedua tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan tanpa ada penyampaian pernyataan bersama.

Trump disebut langsung meninggalkan pertemuan setelah Kim mulai memaparkan proposal denuklirisasi yang akan ditukar dengan pencabutan sebagian sanksi.

Bolton, mengatakan kepada CBS, kegagalan Trump untuk mendapat komitmen dari Pyongyang terkait denuklirisasi seharusnya juga dilihat sebagai sebuah keberhasilan.

"Keberhasilan di sini dapat didefinisikan sebagai presiden yang melindungi dan mengutamakan kepentingan nasional rakyat Amerika," ujarnya, dikutip AFP, Minggu (3/3/2019).

Bolton memaparkan, permasalahan denuklirisasi Korea Utara secara penuh adalah masalah besar dan hal yang kurang dari itu tidak dapat diterima.

"Jadi, presiden telah berpegang teguh pada pandangannya. Dia telah memperdalam hubungannya dengan Kim Jong Un. Saya sama sekali tidak melihatnya sebagai kegagalan ketika kepentingan nasional Amerika dapat dilindungi," tambah Bolton.

Sebelumnya dikabarkan, menurut pejabat senior AS, Korea Utara telah menuntut pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB terhadap Pyongyang pada Maret 2016.

Sebagai imbalannya, Pyongyang hanya menawarkan akan menutup bagian dari kompleks nuklir Yongbyon, sebuah situs produksi pengayaan nuklir yang luas miliki Korea Utara.

Baca juga: Berbeda dengan Media Asing, Ini Pemberitaan Media Korut soal Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Namun Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho membantah laporan AS dan menyebut Pyongyang menawarkan untuk membongkar seluruh fasilitas produksi nuklir di Yongbyon, dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi, terlebih yang berdampak langsung pada mata pencaharian rakyat Korea Utara.

Presiden Trump, pada Jumat (1/3/2019), menyampaikan hubungannya dengan Ketua Kim Jong Un sangat baik meski dalam pertemuan kedua tidak menghasilkan kesepakatan.

Trump juga mengatakan masih ada banyak kesempatan untuk mengadakan pembicaraan soal denuklirisasi.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X