Trump: Teman Saya Kim Jong Un Bisa Belajar dari Vietnam

Kompas.com - 27/02/2019, 13:36 WIB

HANOI, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) kembali melontarkan pujian jelang pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Melalui kicauannya di Twitter, Trump berusaha merangkum pendekatan unik sebagai presiden dan ketajaman insting bisnisnya bisa mencairkan hubungan AS dan Korut.

Baca juga: Akhirnya, Pesawat Air Force One yang Angkut Trump Mendarat di Vietnam

Trump yang sebelumnya berkata bagaimana dia "jatuh cinta" dengan Kim, menyatakan Korut bisa belajar dari Vietnam, negara yang dulunya berselisih dengan AS kini jadi mitra dagang.

"Korut bisa seperti Vietnam, bahkan lebih cepat jika bersedia melaksanakan denuklirisasi," kata Trump dikutip AFP Rabu (27/2/2019).

"Potensinya sangat MENGAGUMKAN, peluang yang sangat jarang ditemui oleh teman saya Kim Jong Un. Kami akan tahu secepatnya. Sangat menarik!" imbuhnya.

Trump melakukan apa yang tak bisa dilakukan para pendahulunya semasa aktif, membawa Pemimpin Korut untuk saling bertatap muka.

Namun, rencana pertemuan kedua yang bakal dilaksanakan mulai Rabu ini hingga Kamis (28/2/2019) mulai diliputi tekanan.

Sebabnya pertemuan pertama di Singapura Juni 2018 lalu hanya berakhir dengan pernyataan berisi janji "denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea".

Sejak di Singapura, baik Washington maupun Pyongyang saling melontarkan definis "denuklirisasi" yang menurut mereka benar.

Meski saat ini Korut hampir setahun tidak melaksanakan tes nuklir, mereka juga tak menunjukkan sikap bakal menyerahkan senjata mereka.

Fakta itu membuat Trump kini dihadapkan harus membuat keputusan konkret, atau berisiko dikritik karena dipermainkan pemimpin yang berusia setengah dari dirinya.

Presiden 72 tahun itu membela diri dengan menyerang oposisi Partai Demokrat untuk berhenti memberi tahu apa yang harus dia lakukan.

"Mereka harusnya bertanya kepada diri mereka sendiri mengapa mereka tak melakukannya selama delapan tahun pemerintahan Barack Obam?" tanya Trump.

Baca juga: Trump Bertemu Kim Jong Un demi Rating TV?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.