Kompas.com - 27/02/2019, 10:39 WIB

Howard mendapatkan visa on arrival dengan surat berisi dia didukung sponsor dari sebuah agensi perjalanan ketika berada di bandara.

Dia bertemu White di mana keduanya tampil di hadapan publik di jalanan ibu kota Hanoi pada Kamis pekan lalu (21/2/2019).

Mereka sempat mengunjungi sejumlah tempat wisata seperti Mausoleum Ho Chi Minh, Danau Hoan Kiem, hingga gedung opera.

Baca juga: Bertemu di Vietnam, Trump dan Kim Palsu Ditahan Polisi

Kim dan Trump "palsu" lalu berpura-pura mengadakan pertemuan di Hotel Metropole, di mana pemimpin sebenarnya bakal bertemu, sebelum digelandang oleh aparat.

Setelah meminta paspor dan visa, imigrasi menyatakan dokumennya tidak sah sehingga dia harus segera meninggalkan Vietnam.

Howard mengaku diminta untuk meninggalkan negara Asia Tenggara itu paling lambat Senin (25/2/2019) dengan tiket pesawat dibayar penuh oleh pemerintah.

"Deportasi ini adalah hal konyol karena membuat negara itu terlihat buruk dan bisa menjatuhkan citra pemerintah," terang Howard.

Baca juga: Mengenal Hotel Tempat Kim Jong Un Menginap di Hanoi Vietnam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.