Salin Artikel

Vietnam Deportasi Kim Jong Un "Palsu" karena Bikin Korut Jengkel

Kepada Daily Mirror seperti dilansir Selasa (26/2/2019), pria dengan nama asli Howard X itu berkata, permintaan untuk mendeportasi datang dari pejabat Korut.

Pria asal Hong Kong itu berkata, dia dideportasi tidak saja karena di Vietnam bakal berlangsung pertemuan antara Kim dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Howard mengaku dia mempunyai sejarah panjang membuat "jengkel" Korut. Dia berujar sudah mendengar Kedutaan Besar Korut sudah meminta Vietnam mendepaknya.

Dia menjelaskan pejabat Korut jengkel ketika dia menipu skuad pemandu sorak mereka ketika perhelatan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada Februari 2018.

"Saya juga membuat video musik yang mengejek Kim Jong Un bercinta dengan bom dan memprotes kedutaan. Mereka benar-benar membencinya," kata Howard.

Peniru profesional itu menambahkan pejabat Vietnam sudah menyatakan permintaan maaf karena mereka terpaksa mendeportasinya dari sana.

Dia mengungkapkan ketika ditangkap bersama peniru Trump Russell White, dirinya langsung diinterogasi dan mengalami sebuah hal lucu.

Howard mengatakan setelah interogasi, tiba-tiba pejabat imigrasi meminta berfoto dengannya dan terus mengucapkan maaf.

"Mereka berkata saya harus datang kembali. Mereka berujar bakal senang menerima saya kembali. Hanya syaratnya, saya harus datang setelah pertemuan," kata Howard.

Howard mendapatkan visa on arrival dengan surat berisi dia didukung sponsor dari sebuah agensi perjalanan ketika berada di bandara.

Dia bertemu White di mana keduanya tampil di hadapan publik di jalanan ibu kota Hanoi pada Kamis pekan lalu (21/2/2019).

Mereka sempat mengunjungi sejumlah tempat wisata seperti Mausoleum Ho Chi Minh, Danau Hoan Kiem, hingga gedung opera.

Kim dan Trump "palsu" lalu berpura-pura mengadakan pertemuan di Hotel Metropole, di mana pemimpin sebenarnya bakal bertemu, sebelum digelandang oleh aparat.

Setelah meminta paspor dan visa, imigrasi menyatakan dokumennya tidak sah sehingga dia harus segera meninggalkan Vietnam.

Howard mengaku diminta untuk meninggalkan negara Asia Tenggara itu paling lambat Senin (25/2/2019) dengan tiket pesawat dibayar penuh oleh pemerintah.

"Deportasi ini adalah hal konyol karena membuat negara itu terlihat buruk dan bisa menjatuhkan citra pemerintah," terang Howard.

https://internasional.kompas.com/read/2019/02/27/10394741/vietnam-deportasi-kim-jong-un-palsu-karena-bikin-korut-jengkel

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.