Diculik Korea Utara Tahun 1970-an, Dua Pria Jepang Disebut Enggan Pulang

Kompas.com - 16/02/2019, 18:58 WIB
Anggota Tentara Rakyat Korea berdiri di sisi Korea Utara dan menghadap ke wilayah Korea Selatan di desa perbatasan, Panmunjom. AFP / ED JONESAnggota Tentara Rakyat Korea berdiri di sisi Korea Utara dan menghadap ke wilayah Korea Selatan di desa perbatasan, Panmunjom.

TOKYO, KOMPAS.com - Dua pria asal Jepang yang dilaporkan telah diculik pihak Korea Utara pada 1970-an, kini disebut telah berkeluarga dan tinggal di Pyongyang.

Keduanya, yang telah menikah dan memiliki anak, disebut enggan kembali ke Jepang. Demikian kata seorang pejabat Jepang, Jumat (15/2/2019).

Salah satu pria Jepang itu, yang bernama Minoru Tanaka, dilaporkan hilang saat berusia 28 tahun setelah pergi ke Eropa pada 1970-an.

Pria lainnya, Tatsumitsu Kaneda, yang sempat bekerja bersama Tanaka di sebuah warung mi ramen di Kobe, juga dilaporkan hilang saat berusia 26 tahun.

Keduanya kini disebut telah berkeluarga dan tinggal di Korea Utara. Keduanya disebut sudah tidak lagi berharap untuk kembali ke Jepang. Demikian disampaikan seorang pejabat Jepang yang tak ingin diungkapkan identitasnya.

Baca juga: Media Korea Utara Sepi dari Berita Rencana Pertemuan Kedua Trump-Kim

Walau demikian, pejabat Jepang itu belum pernah secara langsung bertemu dengan kedua warga negara Jepang tersebut. Pihak Kementerian Luar Negeri Jepang menolak untuk berkomentar.

Pemerintah Jepang secara resmi telah mendata 17 warga negaranya, termasuk Tanaka, sebagai korban penculikan oleh agen Korea Utara pada 1970-an hingga 1980-an.

Namun Tokyo mencurigai ada lebih banyak warganya yang hilang telah diambil paksa oleh agen Pyongyang.

Dari 17 warga negaranya itu, lima orang telah dipulangkan pada 2002 lalu. Sedangkan Korea Utara mengklaim, delapan warga Jepang yang sempat diculik telah meninggal.

Tanaka adalah satu dari empat warga Jepang yang sebelumnya dikatakan Korea Utara tidak pernah memasuki wilayah negaranya.

Sementara Kaneda adalah salah satu warga yang dicurigai pemerintah Jepang telah diculik.

Dilansir SCMP, Tanaka dilaporkan hilang pada 1978, setelah berangkat dari Bandara Narita menuju Wina, Austria.

Menurut pengakuan seseorang yang diyakini sebagai mantan agen Korea Utara, Tanaka telah dipancing ke luar negeri untuk diculik dengan bantuan pemilik restoran ramen tempat Tanaka bekerja, yang ternyata juga seorang agen.

Setahun berikutnya, giliran Kaneda yang dilaporkan menghilang setelah memberi tahu orang-orang terdekatnya bahwa dia akan pergi ke Tokyo untuk bertemu Tanaka.

Baca juga: Toko Khusus Produk Korea Utara akan Segera Dibuka di Rusia

Kaneda mengaku telah menerima surat atas nama Tanaka, yang mendorongnya untuk bergabung di Austria. Tapi tidak ada catatan bahwa Kaneda telah meninggalkan Jepang.

Tapi dua warga Jepang yang kini dikabarkan tinggal di Pyongyang tersebut, baru pertama kali diakui oleh Korea Utara telah memasuki wilayah negaranya pada 2014.

Pengakuan itu disampaikan sebelum kedua negara, yang tidak pernah memiliki hubungan diplomatik, mencapai kesepakatan penting di Stockholm, Swedia, di bulan Mei pada tahun yang sama.

Di bawah kesepakatan 2014, Korea Utara berjanji untuk melakukan survei yang menyeluruh terhadap seluruh warga negara Jepang yang ada di wilayahnya.

Sementara Tokyo menjanjikan bakal mencabut sejumlah sanksi sepihak terhadap Pyongyang sebagai imbalan.

Namun penyelidikan yang dilakukan Korea Utara tidak membuahkan hasil dan hubungan kedua negara kembali memburuk.

Pada 2016, Korea Utara membubarkan komite khusus yang bertugas mencari warga negara Jepang yang hilang.

Bagi Jepang, isu penculikan warga negaranya itu telah menjadi ganjalan dalam hubungannya dengan Korea Utara selama bertahun-tahun.

Baca juga: Korea Utara Tak Lagi Jadi Musuh Korsel



Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X