Kompas.com - 01/02/2019, 16:11 WIB

VLADIVOSTOK, KOMPAS.com - Sebuah toko yang khusus menjual barang-barang Korea Utara akan segera dibangun di kota Vladivostok, Rusia. Demikian pernyataan resmi pemerintah Rusia, Kamis (31/1/2019).

Diberitakan kantor berita Rusia, Interfax, toko khusus tersebut bakal menjadi pemasok resmi untuk barang-barang produksi Korea Utara.

"Sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam produk-produk Korea Utara akan segera didirikan di Rusia," ujar Wakil Menteri Pengembangan Timur Jauh Rusia, Alexander Krutikov, seperti dikutip United Press International, Kamis (31/1/2019).

Baca juga: Restoran Mi Dingin Khas Korea Utara Tertua di Seoul Terancam Tutup

Krutikov menambahkan, untuk rincian bisnis tersebut akan dibahas dalam rapat komite kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Rusia dengan Korut yang akan digelar di Moskwa, pada Rabu (6/2/2019) pekan depan.

Krutikov juga mengatakan kepada media lokal bahwa Rusia tidak menutup kemungkinan akan memberi izin kepada warga Korea Utara untuk membuka toko serupa di Moskwa.

Korea Utara masih dalam sanksi berat yang melarang perdagangan, mencakup bahan-bahan yang berhubungan dengan senjata.

Bahkan baru-baru ini embargo telah mulai diterapkan untuk barang mewah, aset keuangan, hingga transaksi perbankan.

Kendati antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Rusia Vladimir Putin belum pernah saling bertemu, hubungan antara kedua negara telah semakin berkembang sejak 2018.

Pertemuan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara pada Februari mendatang menjadi yang kesembilan digelar Rusia dengan Korut dalam satu dekade terakhir.

Sebelumnya, pertemuan kedelapan telah digelar Maret tahun lalu di Pyongyang.

Kedua negara saat ini juga sedang membahas rencana pembangunan jembatan penghubung antara stasiun Khasan di Rusia Timur Jauh dengan stasiun Sungai Tumen di Korea Utara.

Rusia dikabarkan juga sempat menawarkan bantuan lain kepada Pyongyang, yakni untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Korea Utara, namun dengan imbalan pembongkaran persenjataan nuklir. Demikian dilaporkan The Washington Post.

Baca juga: Korea Utara Tak Lagi Jadi Musuh Korsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber UPI
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.