Media Korea Utara Sepi dari Berita Rencana Pertemuan Kedua Trump-Kim

Kompas.com - 08/02/2019, 19:10 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni 2018 lalu. AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump (kanan) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni 2018 lalu.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan dalam pidato kenegaraannya, Selasa (5/2/2019), agenda pertemuan keduanya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang akan digelar di Vietnam pada 27-28 Februari mendatang.

Namun saat berbagai media memberitakan kabar itu, media di Korea Utara, mulai dari surat kabar utama pemerintah Rodong Sinmun hingga kantor berita resmi Korut, KCNA, tidak ada yang melaporkan hal tersebut.

Tak hanya soal perkembangan rencana pertemuan kedua Trump dengan Kim, media-media Korea Utara bahkan tidak mengabarkan tentang kedatangan utusan AS, Stephen Biegun ke Pyongyang.

Melansir dari Yonhap News, Biegun, utusan AS untuk Korea Utara, terbang ke Pyongyang pada Rabu (6/2/2019) dan akan bertemu dengan rekan Korea Utara, Kim Hyok Chol.

Baca juga: Pidato Kenegaraan Presiden AS: Trump Kukuh Bangun Tembok Perbatasan

Kantor Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada pekan lalu bahwa kedua pihak akan membahas langkah lanjutan dalam denuklirisasi Korea Utara.

Ini bukan kali pertama media Korea Utara tidak melaporkan tentang perkembangan hubungan diplomatiknya dengan AS.

Saat Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengunjungi Pyongyang pada Oktober 2018 lalu, media Korea Utara juga terkesan diam.

Mereka baru melaporkan kunjungan Pompeo setelah dia bertemu dengan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, pada keesokan harinya.

Kunjungan Kim Yong Chol ke Washington pada Januari lalu juga luput dari pemberitaan oleh media Korea Utara dan baru diberitakan setelah orang kepercayaan Kim Jong Un itu melaporkan hasil kunjungannya, termasuk pertemuannya dengan Trump.

Diberitakan sebelumnya, Trump mengumumkan pertemuan keduanya dengan Kim Jong Un akan dihelat di Vietnam pada akhir Februari.

Dipilihnya Vietnam sebagai lokasi pertemuan tingkat tinggi kedua Trump-Kim tak lepas dari lokasinya yang dekat dengan Pyongyang, yang akan memudahkan bagi Kim untuk datang menggunakan pesawat kenegaraan.

Selain itu, kedua negara juga memiliki kantor kedutaan besar di Hanoi sehingga dianggap sebagai negara netral.

Baca juga: Mengapa Vietnam Dipilih Jadi Pertemuan Trump-Kim Jong Un?



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X