Kompas.com - 14/02/2019, 08:53 WIB

Meski Washington meyakini Maduro bakal lengser, Abrams mengakui sulit memprediksi kapan peristiwa tersebut bakal terjadi.

"Yang jelas, AS bakal mempertahankan tekanan dalam pekan hingga bulan-bulan mendatang. Kami saat ini tidak mengharapkan adanya resolusi cepat," paparnya.

Tidak berbeda dengan Abrams, para petinggi oposisi kini mulai menanggalkan harapan suksesor mendiang Hugo Chavez itu bakal terguling.

Baca juga: Lengsernya Maduro adalah Momen Tak Terhindarkan

Juan Andres Mejia, pemimpin oposisi sekaligus sekutu Guaido mengatakan tujuan yang mereka capai masih membutuhkan lebih banyak waktu.

"Kami ingin ada perubahan secepat mungkin karena rakyat semakin menderita. Namun Maduro masih menguasai militer," papar Mejia.

Anna Ferrera, pemimpin mahasiswa di Universidad Metropolitana di Caracas yakin aksi dukungan internasional bakal memuluskan aksi mereka.

"Saya tentu punya harapan. Namun harapan itu terkadang menakutkan yang membuat kami ragu untuk meyakininya kembali," terang mahasiswa 22 tahun itu.

Baca juga: Maduro Resmikan Latihan Perang Terpenting dalam Sejarah Venezuela

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.